1.993 Pendaftar PMPAP Unila Lakukan Wawancara Terintegritas

 
PMPAP Unila

PMPAP Unila 2017

Rabu (12/5) Universitas Lampung kembali membuka penerimaan mahasiswa baru lewat jalur PMPAP (Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan). PMPAP merupakan program yang dikhususkan untuk mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi. Sebanyak 1993 pendaftar harus melewati proses seleksi wawancara yang berlangsung pada  (12-15 Juli). Tak hanya itu, pada tahun ini untuk pertama kalinya Universitas Lampung membuka program penerimaan mahasiswa baru  lewat jalur prestasi khusus. Sebanyak 127 calon mahasiswa telah terdaftar untuk seleksi wawancara.

Konsistensi Unila dalam membantu pendidikan di provinsi lampung terlihat dari program PMPAP yang kini telah memasuki tahun ke tujuh. Kabar baik lain kembali hadir dengan dibukanya jalur prestasi khusus untuk pertama kalinya. Pendaftar PMPAP wajib melalui proses seleksi wawancara yang  bertempat di gedung rektorat lantai IV. Peserta yang akan melakukan seleksi wawancara PMPAP  wajib melengkapi berkas-berkas persyaratan seperti; SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), nilai raport sejak semester 1-6, bukti rekening listrik, foto rumah, dan  blanko pendaftaran, SKHU yang dilegalisir, akreditasi sekolah, surat ke terangan peringkat dan piagam jika ada.

Berbeda dengan PMPAP, jalur berprestasi mencantumkan bukti prestasi ditingkat nasional ataupun internasional sebagai persyaratanya. Muhammad Komarudin selaku humas penerimaan mahasiswa baru Unila memandang jalur berprestasi sebagai langkah awal Unila untuk mendukung calon mahasiswa untuk dapat berprestasi baik akademik maupun non akademik.

PMPAP dibuka untuk seluruh program studi, terkecuali kedokteran. Pendaftar PMPAP juga diberikan kesempatan untuk memilih dua program studi pilihanya. “Umumnya mereka pilih program studi yang siap kerja, tepatnya ada 1993 orang pendaftar PMPAP, jadi perhari kita wawancara sekitar 500 orang“. ujar Komarudin.

Pewawancara PMPAP berjumlah 25 orang, yang memang telah terbiasa dengan proses seleksi bidikmisi. “Apakah betul betul kondisi ekonominya atau berpura-pura, jangan sampai subsidi dari unila ini tidak tepat sasaran”  tambahnya. Menurut Komarudin, jalur PMPA juga mempertimbangkan nilai rapot namun tetap mengutamakan kondisi ekonomi calon mahasiswa pendaftar.

Sekitar 150-200 kuota telah dipersiapkan bagi pendaftar PMPAP yang memenuhi kriteria. Untuk jalur berprestasi sendiri Komar mengatakan tak menetapkan kuota pasti, “ jangan sampai kita memaksakan untuk memenuhi kuota, harus dilihat juga sudah sesuai dengan kriteria atau belum. Misalkan saja jika lomba di tingkat kelurahan kan belum masuk kriteria”. tukasnya

Sumber dana PMPAP dan Jalur berprestasi ini sendiri berasal dari subsidi silang UKT (Uang Kuliah Tunggal) mahasiswa Unila. Untuk menghindari beasiswa  tidak tepat sasaran, Komar mengatakan bahwa Unila juga berkerjasama dengan LSM dan juga membuka pengaduan masyarakat jika dirasa ada yang tidak sesuai. “Harapanya verifikasi dilakukan oleh masyarakat, kita menerima pengaduan juga dari masyarakat, namun kita juga punya sampel tentang anak ini. Barangkali jika kedepan banyak pengaduan ketidakbenaran, mungkin model visitasi dari rumah ke rumah akan kami lakukan”. ujar Komarudin.

Komarudin mengatakan jika jalur prestasi khusus dibuka untuk mengakomodir calon mahasiswa berprestasi  bidang non akademis untuk bisa mengakses pendidikan dan memiliki wawasan yang luas. “ Seperti contohnya program hafidz Quran yang telah ada di beberapa universitas lain, kita juga mulai memberikan kesempatan, tapi sekarang ini lebih terprogram, sekarang sudah lebih rapih” terangnya. “Untuk  memverifikasi bisa dilakukan tes hafalan quran, untuk bidang olahraga kita dapat lihat dari badan yang mengadakan lomba, lalu kami akan verifikasi mungkin dengan KONI terkait kebenaranya.” tambah Komarudin.

PMPAP bisa dikatakan memberikan harapan baru bagi calon mahasiswa seperti Deni Arisma (SMK SMTI Bandarlampung) yang mendaftar PMPA setelah sebelumnya tidak diterima pada jalur SBMPTN. “ SBPMTN saya ambil Teknik Kimia dan olahraga Unila, juga Teknik lingkungan ITERA, untuk PMPAP saya ambil teknik elektro dan komputer” ujarnya. Deni mengaku sempat berpikir untuk bekerja saja setelah tidak diterima di jalur SBMPTN. Namun informasi seputar PMPAP yang diterima dari temanya sebelum lebaran Idul Fitri melahirkan kembali semangat pada dirinya.

Hal sama dirasakan Neli Yulistianti (SMAN 14) dan Dea Sahanaya Putri (SMKN4 Bandarlampung),setelah sebelumnya gagal pada SNMPTN dan SBMPTN mereka berharap lebih dengan PMPAP. “ Saya pilih geografi dan ekonomi untuk PMPAP, semoga ajasih biar bisa keterima supaya setelah lulus bisa dapat pekerjaan yang layak” ujar Neli.

“Bagus ini program di Unila, menambah peluang masuk calon mahasiswa yang gagal. Yakin 100% lolos” tambah Dea Sahanaya yang berkeinginan diterima S1 Akuntansi Unila. (Laporan: Retnoningayu Janji Utami/Teknokra).

comments

 

Berita Terkait :