Abbas Ibnu Firnas : Ilmuwan Gigih dengan Mental “Siap Gagal”

 

Oleh: Jessica Vanelia Amanda

AKSET

Bismillah..

Halo sahabat yang ketje-ketjeh. Dengan semangat yang luar biasa, sekarang kabarnya gimana nih? Semoga baik dengan semangat yang oke ya!.

Kali ini Birohmah mau berbagi sedikit pengetahuan. Long text tapi in syaa Allah bermanfaat dah. Check it out!

Well, pertama-tama, temen-temen pada tahu pesawat terbang kan? Iya transportasi yang operasinya iatas awan itu. Jaman masih bocil pasti sering rela-relain ngeliat langit demi melihat pesawat terbang, yaa walaupun tetep aja ngga keliatan dengan jelas, hehe.

Nah temen-temen kalau ditanya siapa orang yang pertama kali ‘terbang’, siapa kira-kira jawaban temen-temen? Mungkin nama yang pertama muncul adalah Overwille dan Wilbur Wright bersaudara. Yup, perancang pesawat terbang ‘efektif’ yang pertama memanglah Wright bersaudara. Tapi pada tahu ngga nih, kalau 1000 tahun sebelum Wright bersaudara merancang pesawat mereka, sudah ada seorang ilmuwan muslim yang membuat rancangan pertama pesawat terbang, bahkan sudah berhasil terbang dengan alat hasil rancangannya loh!

SIAPA DIA?

Yuk deh kenalan!

Ia  adalah Abbas Ibnu Firnas seorang ahli penerbangan Muslim dari abad ke-9, tercatat sebagai manusia pertama yang mengembangkan alat penerbangan dan sukses terbang. Woow :D

Nama lengkapnya Abbas Qasim bin Firnas. Ia lahir di Izn-Rand Onda, Andalusia pada tahun 810 M dan menjalani masa kehidupannya di Cordoba. Ibnu Firnas ini adalah ilmuan multitalenta yang menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan loh. Selain dikenal sebagai seorang penemu dan peneliti bidang saintek, ia juga dikenal sebagai ahli di bidang puisi Arab. Bahkan, ia pernah menerbitkan beberapa puisi berbahasa Arab. Ia juga merupakan matematikawan, astronom, fisikawan, dan seorang ahli kimia. Wah paket komplit ya, saintis, seniman pula. Ditambah lagi, ia merupakan saintis yang sangat bersemangat dalam melakukan kajian ilmiah, al-hasil ia ini termasuk seorang muslim yang produktif dah, patut dicontoh!

KARYA-KARYA TERBAIK

Diantara karya-karya terbaiknya yaitu keberhasilannya dalam membuat atap yang menyerupai bola langit, hasil karyanya itu juga dilengkapi oleh satuan peranti yang mampu memperlihatkan gambaran tentang bintang, awan, kilat, dan petir di langit persis seperti aslinya. Ibnu Firnas pun mampu menciptakan semacam rantai cincin untuk menjelaskan pola gerakan planet dan bintang yang disebut dengan Dzatul Halqi (Astrolabe).

Ibnu Firnas pernah membuat sebuah jam air yang berfungsi untuk menentukan waktu dan dikenal dengan sebutan ‘Al-Maqata’ yang dipersembahkannya kepada Amir Muhammad bin Abdurrahman (seorang khalifah dimasanya).

Al-Maqata

Selain itu, Abbas Ibnu Firnas juga pernah membuat sebuah teater yang dibangun untuk menyajikan pertunjukan edukatif sekaligus hiburan tentang astronomi dan langit malam. Namanya al-Qubah as-Samawiyah (planetarium).

KEGIGIHAN ABBAS IBNU FIRNAS

Pada tahun 852, sebelum Abbas mengembangkan rancangan pesawat terbangnya, Armen Firman telah merancang sebuah baju terbang yang ia gunakan dalam percobaan terbangnya. Armen Firman mencoba terbang dengan cara melompat dari puncak Masjid Agung Qurtuba (sekarang Kuwait), tetapi ia tak berhasil. Beruntungnya, alat rakitan Amen Firman cukup menghambat gerak jatuh bebasnya sehingga ia tak terluka.

Ibnu Firnas yang berada dalam kerumuman penonton, terkesan dengan penemuan dan atraksi Armen Firman. Dari sinilah muncul ketertarikan Firnas terhadap aviasi (ilmu penerbangan), sejak itu Ibnu Firnas mulai menekuni aviasi lebih dalam.

Dua ilmu yang ia kuasai, yaitu ilmu teknik dan matematika, merupakan dasar pijakan ia mengembangkan rancangan pesawat terbangnya. Selain itu, dengan gigihnya Ibnu Firnas mendalami ilmu aviasi selama bertahun-tahun. Ia mempelajari pola terjun Armen saat lepas landas dari Masjid Agung Qurtuba. Ia pun melakukan banyak penelitian dan mengoreksi beberapa teori dan hitungan Armen terkait rancangan pertamanya.

Tak hanya sampai di situ, setelah 33 tahun pasca persitiwa percobaan Armen, tepatnya pada tahun 875, Ibnu Firnas merealisasikan rancangan pertama pesawat terbangnya. Ia membuat sayap terbang yang terbuat dari rangka bambu dan kain sutra. Desainnya itu terinspirasi dari sayap burung elang. Atas dasar inspirasinya tersebut, pola kain pada rancangan pertama sayapnya itu seperti bulu pada sayap elang.

Meski begitu, rancangan pertamanya masih cukup ringkih dan Ibnu Firnas belum mampu mengontrol laju sayapnya untuk terbang. Ia pun terus mencoba untuk menyempurnakannya dengan melakukan studi lebih lanjut mengenai ilmu aviasi dan matematika agar sayap ciptaannya lebih sempurna.

SOSOK ILMUWAN YANG SIAP MENERIMA KEGAGALAN

Setelah lama mendalami studi aviasi dan matematika, Ibnu Firnas terus mengembangkan rancangan alat terbangnya hingga mampu membawa penumpang

Ibnu Firnas baru melakukan uji coba terbang rancangan pertama pesawatnya pada usia 70 tahun. Ia melakukan uji coba pertamanya di bukit Jabal Al Ar’us. Kala itu, ia mengundang masyarakat untuk menyaksikan uji coba rancangan pertama pesawatnya.

Kerennya, setelah bertahun-tahun lamanya menekuni dan mempelajari aviasi dan merancang alat penerbangannya, pada uji coba pertamanya, Ibnu Firnas tak memungkiri bahwa tetap ada kemungkinan ia dapat mengalami kegagalan, oleh karenanya ia telah bersiap bila aksinya ini mengalami kegagalan. Meski begitu, hal ini tidak membuat Ibnu Firnas berniat untuk membatalkan uji alat penerbangan rakitannya tersebut. Sebelum melakukan uji alat penerbangan rakitannya itu, Ibnu Firnas sempat mengucapkan sedikit pesan, mengantisipasi jika penerbangannya gagal.

“Saat ini, saya akan mengucapkan selamat tinggal. Saya akan bergerak dengan mengepakkan sayap, yang seharusnya membuat saya terbang seperti burung. Jika semua berjalan dengan baik, saya bisa kembali dengan selamat,” katanya.

Alhamdulillah pada uji cobanya, Ibnu Firnas berhasil lepas landas dengan alat penerbangannya. Ia lepas landas dengan sayap ciptaannya dengan cara melompat dari bukit tersebut. Setelah itu, ia mengepakkan sayapnya seperti burung mengepakkan sayapnya. Ia berhasil terbang selama 10 menit naik dan turun di atas bukit Jabal Al Ar’us. Sayangnya, ia belum memperhitungkan bagaimana cara mendarat dengan baik. Akhirnya, Ibnu Firnas mendarat kasar sehingga menyebabkan cedera serius pada bagian punggungnya.

Meski cedera serius, ia masih dapat pulih dan kembali menekuni ilmu aviasi selama bertahun-tahun kemudian, wah semakin gigih ya!. Ia masih berusaha menyempurnakan temuannya itu dengan memfokuskan pada teknik pendaratan.

AKSI PENERBANGAN YANG MENYEJARAH

Sejarah mencatat Abbas Ibnu Firnas adalah  orang pertama di dunia yang pernah melakukan uji coba penerbangan terkendali. Dengan menggunakan semacam alat kendali terbang yang dipasang pada dua set sayap, Ibnu Firnas bisa mengontrol serta mengatur ketinggian terbangnya. Selain itu, perangkat terbang itu juga bisa mengubah arah terbangnya, yang dibuktikan dengan keberhasilannya untuk kembali ke arah di mana ia melakukan peluncuran.

Ibnu Firnas menuliskan setiap hasil penelitiannya terkait pesawat terbang. Dalam buku-bukunya itu ia menuliskan blueprint dari temuannya dan memberikan catatan penting terkait teori penerbangan.

Salah satu ilmuan yang sempat membaca buku-bukunya tentang ilmu aviasi ialah Leonardo Da Vinci. Dari hasil pembacaan buku-buku Ibnu Firnas, Da Vinci pun terinspirasi membuat sketsa pesawat terbangnya.

Sayap pesawat terbang itu merupakan salah satu jasa terbesarnya terhadap perkembangan pesawat terbang. Aksinya dalam mendalami ilmu aviasi dan penelitiannya terhadap rancangan pesawat terbang menjadi pijakan banyak ilmuan setelahnya yang ingin mengikuti langkahnya membuat pesawat terbang. Teori-teori dan praktiknya, terus dikembangkan menjadi penerbangan modern saat ini.

Hingga kini, Ibnu Firnas dikenal sebagai penemu Muslim yang meletakkan batu pertama terkait kajian pesawat terbang. Barulah setelah seribu tahun kemudian, Wright bersaudara menyempurnakan rancangan pesawat terbang dengan menambahkan unsur mekanika dan mesin. Ibnu Firnas dapat dikatakan sebagai inspirator berkembangnya teknologi pesawat terbang di dunia.

Ibnu Firnas meninggal pada tahun 888M pada usia 77 tahun. Ia telah tiada sejak beratus-ratus tahun yang lalu, namun ilmu dan semangatnya masih hidup sampai saat ini.

Nah demikianlah sepenggal kisah dari seorang ilmuwan gigih dengan mental super berani yang siap menerima kegagalan, semoga kita bisa terinspirasi oleh kegigihan dan mental beraninya ia ya. Sampai jumpa diedisi selanjutnya!

Sumber:

https://www.quipper.com/id/blog/tips-trick/your-life/sejarah-abbas-ibn-firnas/
https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2017/04/28/3937/abbas-bin-firnas-ilmuwan-muslim-perintis-konsep-pesawat-terbang.html
https://sains.kompas.com/read/2016/06/15/21063001/manusia.pertama.yang.berhasil.terbang.ternyata.seorang.muslim
http://aceh.tribunnews.com/2016/11/27/umat-islam-wajib-tahu-penemu-pesawat-terbang-pertama-adalah-ibnu-firnas?page=all

comments

 

Berita Terkait :