Teladan dalam Kepasrahan pada Allah

Orang yang ingin mengetahui hakikat ridha pada ketentuan Allah Ta’ala dan cara munculnya sikap tersebut sebaiknya mulai mengkaji perikehidupan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam. Karena, sesudah sempurna pengetahuannya tentang Allah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pun meyakini-Nya sebagai Pemilik, dan seorang pemilik berhak melakukan apa saja terhadap apa-apa yang dimilikinya. Beliau juga yakin bahwa Dzat Yang Mahabijaksana tidak akan membuat sesuatu sia-sia. Karena itu, beliau pun pasrah seperti seorang budak yang pasrah kepada majikan yang bijaksana, lalu berbagai keajaiban pun diberikan kepadanya. Separah apa pun terpaan takdir terhadapnya, beliau tetap tabah, tidak…Read more

Saat Doa Tak Kunjung Dikabulkan

Aku merenungkan secara seksama sebuah fakta yang mencengangkan. Seorang mukmin tertimpa suatu musibah, lalu ia berdoa dan terus berdoa, tapi ternyata keterkabulan tak jua menghampirinya. Saat keputusasaan telah mulai masuk ke jiwanya, ia menoleh ke dalam relung hatinya. Ia pun ridho pada takdir dan tak berputus asa dari rahmat Allah 'Azza wa Jalla. Dalam kondisi demikian, biasanya doa akan segera dikabulkan oleh-Nya, karena saat itu iman tengah bercokol dan setan sudah berpamitan. Dalam kondisi seperti itu pula tingkatan iman tiap-tiap orang bisa dibaca. Allah 'Azza wa Jalla juga telah mengisyaratkan masalah ini dalam…Read more

MencintaiNya Lewat Syawal

“Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari) Setelah ramadhan, amalan apa lagi yang bisa kita lakukan ? Jawabannya adalah Puasa sunnah 6 hari pada bulan syawal. “Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim) Syawal, bulan setelah ramadhan dimana hari pertamanya kita sambut dengan gema takbir yang berkumandang menandakan kemenangan. Kemenangan setelah sebulan penuh dalam Ramadhan, menjalani dengan khusyuk ibadah wajib maupun sunnahnya. Kemenangan setelah khatam Qur’an dan ibadah tarawih diikuti lail, ditutup dengan…Read more

Tentang Ghibah dan Fitnah

Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam bersabda: "Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan ghibah ?" Para sahabat menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui."  Beliau bersabda: "Engkau menyebutkan sesuatu kejelekan yang ada pada saudaramu."  Para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah bagaimana jika apa yang dibicarakan tersebut ada padanya ? Maka rasulullah Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam  bersabda: "Apabila apa yang ada padanya sesuai dengan apa yang engkau bicarakan maka engkau telah meng-ghibahnya. Sedangkan apabila apa yang ada padanya tidak sesuai dengan apa yang engkau katakan maka engkau telah berdusta atasnya (memfitnahnya).” (H.R. Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi…Read more