Category Archives: Spirit Motivasi

Tentang Ghibah dan Fitnah

ghibah

Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam bersabda: “Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan ghibah ?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”  Beliau bersabda: “Engkau menyebutkan sesuatu kejelekan yang ada pada saudaramu.”  Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah bagaimana jika apa yang dibicarakan tersebut ada padanya ? Maka rasulullah Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam  bersabda: “Apabila apa yang ada padanya sesuai dengan apa yang engkau bicarakan maka engkau telah meng-ghibahnya. Sedangkan apabila apa yang ada padanya tidak sesuai dengan apa yang engkau katakan maka engkau telah berdusta atasnya (memfitnahnya).” (H.R. Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)

Jadinya sama saja, sobat. Sama-sama dosa.

Astaghfirullah. Padahal mudah sekali ya bagi kita selama ini membicarakan kejelekan orang lain. Bahkan ketika sudah diingatkan pun kita masih saja nyiyir dan berkata “Lah, ini bener kok. Saya nggak fitnah.”

Begitulah, ketidaktahuan kita tentang ilmu-ilmu islam seperti tentang menjaga diri dari melontarkan ucapan buruk yang menyakiti hati membuat kita mudah sekali terjerumus pada dosa yang tidak disadari.

Trus solusinya apa dong ?

Tentunya dengan menambah pemahaman kita seputar mana yang boleh dan tidak boleh di islam. Datangi kajian keislaman, mumpung bulan Ramadhan nih, kawan. Niatkan semua untuk meraih ridha Allah semata, insya Allah diberi kemudahan untuk belajar dan mengamalkan.

Semangat cari ilmu. Semangat memperbaiki diri. Ingat luruskan niat hanya karena Nya.

#RamadhanBelajar

Masih Mau Galau ?

masih mau galauSering sekali saat kita galau, gundah gulana, kawan-kawan terasa kian sulit ditemui dan diajak bicara.

Seakan ditinggal sendiri di bumi yang kian sempit oleh masalah ini.

Menangis sendiri, curhat di jejaring sosial, kadang menjadi pilihan kita. Itu sih masih bagus. Lah, kalau sampai putus asa ‘minggat’ dari rumah, menghapus kontak semua teman atau malah yang paling gawat memutuskan untuk mengakhiri kehidupan? Wih.. Serem.

Tak bisa menutup mata dari banyaknya keputusan-keputusan mengerikan yang terjadi di sekitar kita hanya karena alasan yang jika dipikir ulang sebenarnya masih memiliki jalan keluar.

Gawat kan jika manusia yang mendapat amanah sebagai “pemimpin” di muka bumi malah tak punya keyakinan kuat untuk menghadapi kehidupan itu sendiri ?

Tapi kan kita manusia yang lemah dan mudah sekali tergoda oleh bujuk rayu setan termasuk mudah galau dan putus asa ?

Iya tahu. Tapi kelemahan itu jangan melulu dijadikan pembenaran untuk terus-terusan berkubang dalam kegalauan yang dinikmati dong.

Let’s move on !! Move on dari kemalasan-kemalasan yang kita amini, dari kesalahan-kesalahan yang kita tahu dilarang oleh-Nya, dari mencari-cari pembenaran yang hanya membuat kita tak mau beranjak dari kubangan dosa.

Caranya ?

Cari tahu. Cari guru, cari buku.

Tanya. Bukankah dulu sering tu mendengar pernyataan “kalau nggak tahu ya nanya, malu bertanya sesat di jalan kan ?”

Jangan sungkan bertanya dengan yang lebih paham.

Trus cari buku, buka, baca.

Kalau selama ini galau karena selalu baca novel teenlit tentang gadis miskin dilamar pemuda tampan sedang kita tak kunjung mendapat pasangan, ganti dengan yang nggak bikin galau.

Banyak kok buku-buku yang memberikan pemahaman baik tanpa merasa digurui. Misalnya biografi. Lebih bagus lagi jika yang dibaca biografi Nabi, Rasul dan orang-orang shalih. Insya Allah tambah semangat untuk terus belajar, jadi tahukan kalau cobaan kita mah belum ada apa-apanya dengan yang telah mereka lewati.

Dulu nggak ada galau-galau ngabisin tisu dalam kamar, iyalah masa muda para tauladan kita dihabiskan dengan berjuang di medan perang, belajar dan menghapal qur’an.

Tuh kan, masih mau galau ?

Hmm, saat hati kita galau mungkin itu pertanda lho guys, bahwa diri masih jauh dari mengingat Allah dalam tiap niat, kata, dan langkah.

Kok gitu ?

Karena sudah jelas sekali dalam Q.S. Ar Ra’d : 28

..Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Kalau masih mudah patah, muram, itu pertanda hati masih jauh dari mengingat keagungan-Nya.

Kan adem tu. Kalau ada yang syirik, kita doakan dosanya diampuni. Kalau ada yang nyolot, senyumin aja, itung-itung sedekah. Saat sepi, ingat saja, kita nggak pernah sendiri. Ada Ia yang selalu melihat. Tak ada teman curhat ? Curhatnya sama Allah saja, dijamin rahasia terjaga.

Insya Allah selalu ada solusi, yang penting hati selalu terikat pada Yang Maha Pengasih.

Masih mau galau ? Jawab barengan yuk.

Galau ? Nggak lah yauu

Tabligh Akbar: Membangun Karakter Baik dan Kuat “BAKU” Bersama Ustadz. Aagym (NEW, 13 Mei 2014)

Hai sobat mahasiswa Unila dan masyarakat umum yang tinggal di sekitaran kota Bandarlampung. Ikutan yuk acara tabligh akbar bareng Ustadz.Aagym di masjid Al Furqon Teluk Betung-Bandarlampung,pada tanggal 13 Mei 214, pkl.11.00 WIB. Untuk informasi, silahkan cek pamflet di bawah ini:

aagm

FPPI Menggelar SHABAR (Sharing Bareng) dan FPPI AWARDS

Jumat 18 April 2013, FPPI FKIP Unila mengadakan Acara Sharing Bareng (SHABAR) yang di helat tadi pagi dilanjutkan dengan FPPI AWARDS. Acara yang dimulai pukul 08.00 pagi tadi menghadirkan 2 pemateri dimana keduanya adalah dosen muda FKIP Unila yang berprestasi sekaligus mantan aktivis di era-nya, yaitu Pak Antomi Saregar, M.Pd, M.Si, Presiden Mahasiswa Unila dan sekarang sebagai dosen di Program studi Pendidikan Fisika dan Median Agus P, M.Pd yang juga Mantan Gubernur FKIP dan sekarang sebagai dosen di Pendidikan Biologi. Melalui diskusi panel, mereka menyampaikan materi bagaimana memanejemen diri dalam organisasi dan akademik sehingga mencapai kesuksesan antara keduanya.

Acara yang di helat di gedung F1 FKIP Unila ini tidak hanya untuk mahasiswa muslim FKIP namun juga umum, terlihat ada beberapa mahasiswa di luar FKIP yang ikut hadir dalam acara tersebut. Saat ditemui sore tadi, Panji Wibowo selaku Kepala bidang pendidikan FPPI FKIP Unila 2013/2013 menjelaskan bahwasanya agenda ini merupakan salah satu program kerja bidang Pendidikan, tujuan diadakan agenda ini yaitu berbagi (sharing) mengenai masalah akademik di kalangan aktivis dan umum. “Sering kita melihat banyak para aktivis kampus yang menjadikan alasan kegiatan organisasi sebagai masalah utama dalam hal akademik mahasiswa. Contohnya, IP (Indeks Prestasi) turun gara-gara banyak ikut organisasi di kampus, padahal sebagai mahasiswa muslim kita kudu cakap berorganisasi dan berprestasi tinggi “ ujar Kepala bidang yang identik dengan kacamatanya. Peserta agenda ini begitu antusias, sekitar 11.30 agenda ini berakhir dan dilanjut dengan FPPI Awards setelah shalat Jum’at.

FPPI Awards merupakan agenda tahunan FPPI untuk memilih kader-kader terbaiknya ikhwan maupun akhwat baik Pimpinan, Anggota Bidang, dan juga Generasi Mudanya. Dalam Acara ini terdapat 4 katagori yaitu Generasi Muda 2013 Terbaik, Generasi Muda 2013 Berprestasi, Anggota Bidang terbaik, dan juga Pimpinan terbaik. “Penilaian dilakukan dengan cara yang berbeda, untuk pimpinan terbaik kami menggunakan angket yang berisi nama-nama pimpinan FPPI FKIP Unila 2013/2014 yang disebar untuk Kader FPPI, siapa yang paling banya terpilih oleh kader itulah pimpinan terbaik. Berbeda dengan Anggota Bidang dan Gema, mereka harus melampirkan buku harian kader dan juga mengirimkan karya ilmiah mengenai permasalahan FPPI dan solusinya” Ujar Ikhwanuddin selaku kepala bidang Kaderisasi FPPI. Dari 4 kategori tersebut terpilih beberapa nama yang berhak mendapatkan Plakat, Sertifikat, serta Hadiah menarik dari FPPI yaitu:

1. Kategori Pimpinan Terbaik (ikhwan/akhwat)
- Ikhwanuddin (Kaderisasi)
- Alvitriani (Kaderisasi)
2. Kategori Anggota Bidang Terbaik (ikhwan/akhwat)
- Ferdianto Filsuf (Kaderisasi)
- Rena Marinta (Danus)
3. Kategori Generasi Muda 2013 Terbaik (ikhwan/akhwat)
- Dani Windarto (Pendidikan BK 2013)
- Ana Wahyu Nurohmah (Pendidikan Matematika
2013)

4. Kategori Generasi Muda 2013 Berprestasi (ikhwan/akhwat)
- Ahmad Hidayat (Pendidikan Fisika 2013)
- – Istiqomah (Pendidikan Kimia 2013)

Pembagian hadiah diserahkan oleh presidium FPPI dan jajarannya, Tendi Oktriawan selaku Sekretaris Umum FPPI sekaligus perwakilan presidium mengucapkan selamat kepada pemenang dan berharap agar tidak cepat puas dan terus meningkat kinerja dakwah untuk menciptakan visi FKIP yang Edukatif , Inovatif dan Relegius. Doa Rabitohpun dilantunkan sebelum acara diakhiri kemudian pekikan takbir menghangatkan suasana setelah MC menutup acara. (Dhani/PMI)

Realease : PMI FPPI FKIP Unila 13/14

Sebaik-Baik Tempat Belajar Islam adalah di Barat

Baru kumengerti kalimat yang beredar dikalangan cendikiawan IAIN ditahun 1970-an ini. Berpijak dari pemurnian kata ‘belajar’ akan membuka cakrawala tujuannya itu sendiri. Karena dalam kata belajar terkandung sari: sikap, perdebatan, mahzab, toleransi yang bisa dinikmati tanpa harus melalui pintu salah-benar.

Sadarkan bahwa gerbong peradaban sudah pindah dan tidak disetir masinis 1400 tahun yang lalu, bersamanya pula telah terangkut berton-ton ilmu pengetahuan dan mereka meninggalkan kegelapan dan setumpuk kebodohan untuk ‘kita’. Oleh karena itu tidak ada alasan untuk mengejar mereka, reguk langsung ilmu dari cawan peraknya lalu tantang lansung mereka tepat di kastilnya.

Pergilah anakku, pergilah ke Chicago, tantang Philip K. Hitti, Fazlur Rahman dkk.

Rilis tulisan oleh: Andhika Prayoga

Redaktur tulisan: Wahid Biyobe