Cerita Inspiratif: SINARMU DIHARI ULANG TAHUN MU IBU

 

Kiriman ke 27 Peserta Lomba Menulis Cerita Inspiratif. Oleh Saudari Anisa Resita di SMA N 2 Menggala

SINARMU DIHARI ULANG TAHUN MU IBU

Ibu apa kau tahu kilaunya sinar mentari,
Bagiku Tak akan pernah bisa mengalahkan kilaunya sinar doa-doa yang kau panjatkan,
Ibu apa kau tahu indahnya cahaya bulan,
Bagiku Tak akan pernah bisa mengalahkan indahnya cahaya wajahmu yang penuh dengan rasa ketulusan,
Dan ibu apa kau tahu banyaknya bintang-bintang yang ada di angkasa,
Bagiku Tak akan pernah bisa mengalahkan betapa banyaknya jasamu kepada anakmu.
Darah yang ada didalam tubuh ini tak akan pernah bisa mengalir dengan sempurna jika tanpa kasih sayangmu, Ibu…

Puisi itu yang ingin aku lantunkan untuk ibu tercinta dihari ulang tahunnya. Namun, entah gerangan apa yang membuat hati ini tidak berani untuk melantunkannya. Aku tahu itu merupakan hal yang sangat bodoh karena aku tidak dapat membuktikan kepada ibu betapa berharganya ia bagiku.
Awalnya, hanya yundaku Rani yang jauh disana yang mengirim ucapan untuk ibuku mmelalui pesan singkat di handphone sebelum ibu membuka mata di pagi hari. Aku mungkin orang yang terakhir mengucapkan kata-kata indah itu. Namun, tertanam dihatiku untuk berusaha membuat hari itu menjadi hari yang sangat berharga bagi ibu.
Pagi itu, aku sengaja tidak begitu perhatian pada ibu hingga aku pergi ke sekolahpun aku sengaja tidak mencium tangan seperti biasanya . Aku juga sedikit bekerja sama dengan ke tiga saudaraku, ya hanya sedikit, padahal sampai-sampai ibuku murung sendiri pagi itu.
Siang, kali ini hal yang mungkin bisa dibilang penuh dengan perjuangan. Sepulang sekolah aku bingung ingin membeli kue harus mendapatkan uang dari mana. Uang tabungaknku kebetulan lagi kosong. Ke tiga saudaraku tidak memiliki uang sedikitpun. Aku mulai perang dengan otakku. Terlintas dipikiranku apakah aku harus meminjam uang dengan Ari? Ku bergegas menghubungi Ari untuk sedikit saja membantuku. Dalam keadaan sakit, Ari rela mengantar uang untukku membeli kue.
Sore telah tiba. Setelah sepanjang hari aku dan ketiga saudaraku bekerja sama untuk tidak memperhatikan ibu. Aku mulai merencanakan rahasia berikutnya.aku segera memanggil adikku untuk pergi membeli kue.
Ibu, kini malam telah datang, aku ingin kau tersenyum untuk kami, anakmu yang amat sayang padamu. Walaupun tanpa kehadiran salah satu anakmu, aku sangat mengharapkan kau akan tetap bahagia dan dapat merasakan kehadirannya pula disisimu.
Pukul 19.45 aku sibuk mempersiapkan kue yang cantik. Ya walaupun kue itu bukan hasil dari aku memasak sendiri maklumlah aku belum tahu bagaimana caranya membuat kue. Kesibukanku tidak terlihat oleh ibu, karena ibu dan ayah sedang asyik menyaksikan siaran televisi yang biasa menjadi favorit ibuku. Tiba-tiba
“Klap..”
Itu adalah suara kontak listrik yang sengaja dipadamkan adikku. Dan itu merupakan rencana rahasia dariku.
“Sari, Anita, Arida, Ayu…” jeritan ibuku yang memanggil kami
“Selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, Selamat hari ulang tahun, Selamat ulang tahun…” lagu selamat ulang tahun yang aku dan ke tiga saudaraku nyanyikan.
Ternyata kerja keras ku tidak berakhir sia-sia. Ibu sangat anggun dengan senyumannya malam itu. Sebenarnya aku melihat binar-binar matanya telah menggantungkan air yang aku tidak tahu entah itu air mata kebahagiaan atau air mata kesedihan. Aku sangat berharap semoga air mata itu adalah air mata kebahagiaan yang akan menetes dengan indah dihadapanku.

Pucuk demi pucuk kata ku untaikan untuk ucapan ulang tahun pada ibuku yang amat aku sayangi, mungkin tanpanya aku tidak akan pernah bisa merasakan bagaimana rasanya hidup dan bernafas dengan sempurna dimuka bumi ini. Jam tangan yang dihadiahkan kakakku malam itu sangat cantik terpaut dipergelangan tangan ibu. Warna pink dan permata yang mengkilau menjadikan malam itu menjadi sinar yang lebih indah dari malam sebelumnya.
I MISS YOU MOM….

comments

 

Berita Terkait :