Deen Assalam, Stop Islamphobia — Tasqif Birohmah

 

 

tasqifTASQIF BIROHMAH

22 Maret 2019

Oleh Ustadz Abdul Latief

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh…….

—Ada seorang sahabat yang berhijrah karena seorang wanita, maka dunia yang akan ia dapatkan hanyalah Lelah dalam dunia- Oleh karena itu, luruskan kembali niat HIJRAH kita agar mendapatkan keberkahan di dunia dan akhirat-Nya—

Seperti yang kita ketahui, tragedi penembakan yang terjadi di Masjid di New Zealand 15 Maret silam benar-benar menghancurkan hati ummat Islam. Namun dengan kejadian itu tidak seharusnya menyurutan ketaatan dan ibadah kita kepada Allah apalagi untuk berangkat ke masjid rumah-rumah Allah.

Orang-orang Yahudi tidak akan pernah ridho ketika umat islam melaksanakan dan memahami islam secara kaffah (keseluruhan). Mereka takut jika Islam terus berkembang dan menjadi sangat besar yang akan menghancurkan bangsa mereka. Islamphobia merupakan salah satu bentuk kebencian mereka kepada Agama Islam. Orang-orang terus mendiskriminasi dan berprasangka buruk terhadap Agama Islam. Islamphobia sudah biasa dilakukan oleh orang-orang Yahudi, bahkan dari zaman Rasulullah SAW. Mereka terus-terusan membenci dan bahkan ingin menghancurkan agama ini bersama dengan umat-umatnya. Sama seperti  di zaman ini, Ketika seorang muslim ingin pergi ke suatu majelis ilmu, berkat pendoktrinan orang Yahudi, akan ada pemikiran orang-orang awam yang berpikir miring dan menganggap mengikuti majelis ilmu atau pengajian dianggap ekstrim dan menakutkan. Hal ini dilakukan oleh orang-orang Yahudi agar banyak orang jauh dari agama Islam dan takut dengan Islam itu sendiri.

Mengapa agama Islam yang menjadi anggapan ini agama yang radikal, teroris?? Naudzubillah. Hal inilah yang mesti kita luruskan, bahwasanya Agama Islam itu bukanlah agama yang ekstrim. Nabi kita Rasulullah SAW yang menjadi suri tauladan umat islam telah banyak mencontohkan kepada kita, bahkan ketika Rasulullah didzalimi oleh orang-orang kafir, beliau tetap menunjukkan sikapnya yang ramah dengan tetap tersenyum kepada orang-orang kafir itu. Lantas bagaimana Islam bisa dikatakan radikal? Sedangkan Nabi kita telah mencontohkan langsung melalui sikap-sikapnya terhadap orang-orang kafir.

Tidak kehabisan akal, orang-orang Yahudi pembenci islam di zaman sekarang bahkan telah merusak generasi-generasi islam dengan perang di dalamnya, bukan dengan pertumpahan darah, sesungguhnya perang di era ini yaitu perang pemikiran dimana kebencian-kebencian diarahkan kepada umat Islam, sehingga umat Islam dijauhkan dari SYARIAT Islam. Dengan cara  dijauhkan dengan ajaran Al-Qur’ an dan As-Sunnah. Bagaimana kita bisa tau syariat islam ketika kita jauh dari Al-Qur’ an? Perang pemikiran yang terjadi yaitu, dari perkembangan teknologi yang tinggi membuat orang zaman sekarang dimanjakan oleh teknologi yang ada, generasi Islam dijauhkan dengan Al-quran karena media social, karena gaya kekinian, karena urusan keduniaan.

Islamphobia/ orang-orang yang membenci islam bertujuan untuk menularkan kebenciannya kepada banyak orang agar membenci umat islam, mereka berambisi bahwa islam bisa hancur bukan karena orang-orang diluar agama islam, tapi karena orang-orang islam itu sendiri. Hal inilah yang dilakukan orang-orang Yahudi dengan menularkan kebencian mereka dengan peperangan secara tersirat.

Islam mencintai kedamaian, dan Islam lah sebagai Rahmatan Lil Alamin.

comments

 

Berita Terkait :