Dibalik kata Alhamdulilah Saat Bersin (Keajaiban Ilmiah)

 

258

            Secara medis, ketika seseorang bersin terjadi peningkatan tekanan perut yang dapat membahayakan ibu hamil, orang yang meiliki bengkak (karena penyakit beri-beri misalnya), hernia umbilikalis, hernia inguinal, dan beberapa kasus penyakit lainnya. Selain itu, ketika seseorang bersin maka terjadi tekanan di dalam otak dan mata. Hal tersebut juga dapat menyebabkan pendarahan internal. Namun, dengan kuasa Allah hal tersebut tidak terjadi dalam banyak kasus. Dia-lah yang menciptkan manusia dalam bentuk yang terbaik.

            Dr. Ahmad Shawqi Ibrahim, anggota Royal Society of Medicin di London mengatakan bahwa apa yang terjadi ketika bersin, yang didahului proses pengambilan napas mendalam kemudian mengeluarkannya secara tiba-tiba dapat menimbulkan serangkaian perubahan fisiologis (kerusakan pada tubuh manusia) yang sangat rumit dan kompleks. Di balik semua fakta ilmiah tersebut, inilah bukti bahwa ampunan Allah Yang Mahakuasa telah turun kepada manusia. Hal itu juga menyelamatkan manusia dari ancaman kerusakan serius dalam tubuh manusia yang bisa saja terjadi secara mendadak.

            Oleh karena itu, kita disunnahkan mengucapkan alhamdulillah (segala puji bagi Allah) setelah bersin untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah Yang Mahakuasa atas pemberian ini. Adapun orang yang mendengar bersin harus mendoakan orang yang bersin dan memohon kepada Allah untuk selalu menjaganya. Itulah penjelasan ilmiah-nya mengapa Rasulullah menyunahkan mendoakan orang yang bersin dan memohon kepada-Nya untuk mempertahankan rahmat-Nya kepadanya.

Dalam sebuah hadits disebutkan : Aisyah r.a berkata: “seorang pria bersin ketika duduk bersama Rasulullah SAW, maka, ia bertanya, ‘wahai Rasulullah, apa yang harus saya katakan ketika bersin?’ Nabi SAW bersabda, ‘katakanlah, Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).

Orang lain yang hadir mengatakan, lalu, apa yang harus kita katakan padanya?

Nabi SAW bersabda, katakanlah, Yarhamuk Allah (Semoga Allah merahmatimu).

Orang itu kemudian bertanya, jika mereka bilang begitu kepada saya, apa yang harus saya katakan sebagai jawaban mereka?

Nabi SAW menjawab, katakanlah ‘Yahdikumullah wa yuslihu balakum (Semoga Allah membimbing dan memperbaiki kondisimu.)

(Hr. Al-Baihaqi dalam Syu’bul Iman)

Dr. Syauqi Ibrahim menambahkan dalam artikelnya di surat kabar Al-Arham

Seperti batuk, bersin juga menyemprotkan banyak partikel dari mulut yang mengandung kuman. Kuman tersebut dapat menularkan penyakit ke orang terdekat. Oleh karena itu, si bersin harus menutup mulut dan hidungnya dengan sapu tangan atau pakaiannya untuk mencegah partikel kuman itu mengenai orangorang di sekitarnya. Nabi SAW mengajarkan kepada kita tindakan pencegahan ini jauh sebelum orang zaman sekarang mengetahui manfaat dari tindakan tersebut. Disebutkan bahwa, setiap kali Rasulullah SAW bersin, beliau menutupi mulutnya dengan tangan atau pakaiannya.

 

comments

 

Berita Terkait :