FSLDK Universitas Lampung Tolak LGBT

 

kcil

(Birohmah.unila.ac.id)- Pasca adanya isu tentang perayaan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) di Universitas Lampung beberapa waktu lalu, LGBT mulai menjadi perbincangan hangat masyarakat kampus. Pro dan kontra pun mencuat dari berbagai kalangan mengenai fenomena merusak ini.

LGBT telah menjadi momok yang menghantui masyarakat kampus di Indonesia, salah satunya adalah Universitas Lampung. Padahal Ide dan konsep HAM yang sering di jadikan hujah oleh penggiat LGBT ini adalah konsep yang sangat merusak dan bertentangan dengan islam.

Maraknya komunitas LGBT dalam sebuah masyarakat akan mengakibatkan depopulasi manusia. Kaum LGBT tidak akan menghasilkan keturunan, apalagi keturunan yang baik. LGBT dianggap sebagai penyimpangan fitrah yang dapat merusak keberlangsungan masa depan bangsa dan agama.

Allah menyebut kaum LGBT ini sebagai kaum “Musrifuun” (kaum yang melampaui batas), “Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki diantara manusia, dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas (Q.S Ash Shuara: 165)

Komunitas LGBT adalah generasi pelanjut kaum terkutuk Nabi Luth yang oleh Allah dihinakan dengan azab sepedih-pedihnya agar menjadi pelajaran bagi manusia. Ironisnya kaum penantang azab Allah ini malah dibiarkan di negeri mayoritas muslim, seperti Lampung. Mereka berlindung dibalik paham sesat Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme.

Rosulllah bersabda, “sesuatu yang paling saya takuti terjadi atas kamu adalah perbuatan kaum Luth dan dilaknat orang yang memperbuat seperti perbuatan mereka itu, Nabi mengulanginya sampai tiga kali ..” (HR. Ibnu Majah, Tirmidzi, Al Hakim)

Merupakan tugas kita bersama mengatasi fenomena seperti virus yang merusak seperti LGBT ini, Rosulullah mengibaratkan kehidupan masyarakat islam seperti sebuah kapal yang merefleksikan bahwa setiap orang memiliki tanggangjawab untuk mencegah kemungkaran. Islam membebankan kewajiban amal ma’ruf nahi mungkar dimana setiap muslim berfungsi sebagai sistem kekebalan yang kuat didalam masyarakat untuk mencegah penyebaran penyakit sosial kaum nabi Luth di era modern ini. Kaum yang mengatasnamakan dirinya LGBT ini tidak dapat diterima dalam masyarakat kampus yang beragama.

Dengan itu, FSLDK Unila menetapkan sikap menolak secara tegas keberadaan LGBT di kampus Universitas Lampung dan menyeru semua pihak untuk:
1. Cegah, tolak, bubarkan dan bersihkan gerakan LGBT di lingkungan Unikla
2. Beri surat peringatan kepada oknum penyebar LGBT di Unila
3. Meningkatkan kesadaran mahasiswa akan bahaya penyakit menular seksual dan melakukan sosialisasi damai.

Pernyataan ini kami sampaikan demi kebaikan generasi muda Indonesia. Semoga kita semua terhindar dari perbuatan semacam ini dan juga doakan mereka yang telah terjerumus agar kembali kejalan yang benar sesuai dengan tuntunan Rosulullah.

comments

 

Berita Terkait :