Kebijakan Yang Salah Kaprah

 

Semenjak Nafsiah Mboi diangkat menjadi menteri kesehatan dari tahun 2012 selalu mengeluarkan kebijakan yang kontraproduktif. Mulai dari tidak mendukung pengharaman rokok, sertifikasi halal obat-obatan, dan terakhir terkait kebijakan penanggulangan terhadap virus HIV/AIDS saat ini. Kemenkes bersama dengan KPAN (Komisi Penanggulangan Aids Nasional) melakukan kegiatan pekan kondom nasional dengan cara membagi-bagikan kondom gratis kepada warga masyarakat, lokalisasi, dan para mahasiswa dan pelajar. Sungguh kebijakkan yang kontra produktif. Apakah menteri pendidikan tidak belajar dari negara tetangga yang terlebih dahulu melakukan kebijakan tersebut. Seperti contohnya di Amerika melakukan “National Condom Week” pada tanggal 1-14 Februari tapi tetap saja tidak bisa membendung AIDS dengan program tersebut.
Kebijakan pembagian kondom gratis tidak mempunyai nilai manfaat sama sekali, kecuali hanya sebagai lahan promosi para produsen kondom saja. Untuk masyarakat apa lagi, sama sekali tidak ada manfaatnya. Dan membuat semakin miris terhadap kebijakan Nafsiah Mboi adalah pembagian juga dilakukan kepada para remaja di negeri ini, sehingga ini tidak langsung melegalkan tindakan free sex dikalangan remaja. Seperti contoh real nya kondom yang dibagi-bagikan di UGM, kata yang ngasih kondom “ini bisa dicoba mas sama pacarnya” luar biasa merusak generasi muda bangsa ini!! (twit @fasyiahnoor).
2008 saja komisi perlindungan anak indonesia sudah merilis data anak SMP 62,7% kehilangan keperawanan sedangkan 5 tahun kebelakangan ini semakin bertambah. Kebijakna kemenkes ini semakin memperparah penyakit masyarakat tersebut. Sehingga kebijakkan pembagian kondom ini sama sekali bertentangan dengan tujuan awal kemenkes maupun KPAN dalam penanggulangan AIDS di Indonesia.
Seharusnya kemenkes dan KPAN beserta jajaran pemerintahan yang fokus untuk penanggulangan AIDS ini sadar dan bisa mengembalikan dan menyesuaikan cara penanggulangan sesuai dengan nilai, norma, dan kebudayaan bangsa indonesia. Jangan hanya mencontoh kebijakan Amerika dan negara-negara barat lainnya “yang sudah nyata-nyata kebudayaan mereka berbeda jauh dengan kebudayaan indonesia”. Sedangkan kalo kita berbicara agama, tentunya semua agama sepakat untuk mencegah penyakit AIDS ini mewabah di negara yang kita cintai ini. Dan ini pula lah, yang semakin menghancurkan kehormatan dan martabat bangsa ini yang selalu mengekor dan membebek semua kebijakan-kebijakan liberal. Jati diri bangsa ini akan semakin runtuh jika kebijakan aparat pemerintah selalu mengekor tanpa diseleksi terlebih dahulu.
Kebijakan yang sesuai dengan nilai, norma, dan kebudayaan bangsa ini, contohnya : melakukan kampanye dan pendidikan sex sejak dini, melakukan pencerdasan kesetiap keluarga untuk bisa senantiasa mengawasi pergaulan anak-anaknya, menutup semua lokalisasi pelacuran, senantiasa melakukan sweaping ditempat remang-remang, hotel, dan lain-lain. Sehingga bukan dengan membagikan kondom geratis “salah kaprah”.
Saya beserta Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia tidak rela dan tidak ridha jika uang rakyat hanya dibelikan kondom untuk mensupport pelaksanaan KEBIJAKAN YANG SALAH KAPRAH.

Edy Siswanto | koor. Puskomnas FSLDK Indonesia

comments

 

Berita Terkait :