Menikahlah

 

Menikahlah,

Ketika kami bertemu di sebuah desa Muara Jaya tepatnya Lampung Timur. seperti biasa kisah mahasiswa KKN yang mengenalkan aktivitas kehidupan pendidikan kota untuk memberikan keharmonisan dengan penduduk setempat. Tidak membutuhkan waktu lama bagi kami untuk mengenal pemuda dan pemudinya, dan terlebih lagi adalah para tokoh masyarakat yang ada di sana. Satu persatu kami mulai memperkenalkan diri, mengunjungi untuk bercerita maksud kedatangan kami sebagai penduduk baru dan akan menjalani aktivitas di kampung setempat tidak lebih dari tiga bulan.

Waktu tiga bulan tidaklah lama bagi sebagian di antara kami, yang mengerti akan maksud dan tujuan serta ada kisah haru yang perlu untuk di kenang, sebaliknya bagi sebagian teman kami ada yang harus mengambil waktu kewajiban di masyarakat untuk lebih memilih berburu waktu supaya lebih lama di kota. Bagi kami, saling menghargai atas keputusan dari setiap anggota KKn yang sudah dimusyawarhakan menjadi tanggung jawab masing-masing, terkecuali keputusan yang di musyawarhakn bersama tokoh setempat.

Ketidakpedulian bukan berati atas dasar rasa saling sombong dan iri atas segala tindakan yang dilakukan oleh teman-teman, kami lebih memilih diam atas segala peritiwa yang menimpa, karena peristiwa yang sangat berartipun akan segera berakhir di tempat pengabdian. Kekeluargaan yang kami bangun pun atas dasar kebutuhan yang sama persis di antara kami lebih banyak tidak mengerti. Keharmonisan dan saling membantu adalah karena sesuatu yang sekiranya itulah untuk patut dilakukan agar kami bisa selamat sampai selesai masa pengabdian.

Kebutuhan untuk terus berinteraksi memberikan efek yang cukup jelas, agar lebih dikenal dan dikenang masyarakat setempat, tidak lebih dan terkhusus adalah untuk mendapatkan nilai A dari dosen pendamping. Cukup mengerti bagi kami tentang kehidupan yang akan kami temui, di masyarakat. Ada kisah hebat, ada kisah mengejutkan dan ada kisah mengerikan yang ditemui di tempat kami mengabdi. Sangat dekat dan sangat berati untuk kami pahami, bahwa kehidupan adalah sebagai gejolak dari gemuruh keniscayaan tentang adanya kehidupan yang lebih kekal, karena sejarah lalu telah menjadi cerita yang terus di ulang, sampai perputaran kehidupan dihentikan.

Di masyarakat adalah tempat yang sebenarnya, nanti setelah kami mendapat gelar kehormatan. Sebagai cendekiawan muda, dengan keilmuan yang dicermati terus digunakan mengawali modal dasar untuk menjadi abdi dari sebuah nilai kehidupan dan memuliakan kehidupan. Keniscayaan yang terus dan akan berlanjut sampai batas waktu yang ditentukan, menumbuhkan generasi kehidupan selanjutnya yang telah Tuhan tuliskan dan ciptakan.

Setiap pagi hingga waktu siang hari, kami berada di sekolah mengabdikan ilmu sebagai pendidik, sore hingga petang kami bertemu dengan tokoh dan pemuda masyarakat, berulang hanya untuk memberikan ruang agar terlaksanya program-program yang kami lakukan dan rencanakan. namun ada hari yang bergitu berarti dan sepesial untuk teman kami.

Keesokan hari, seperti biasa pada hari minggu adalah acara bersama ibu-ibu melakukan senam, namun hari itu berbeda. Kami menjadi saksi, dan kami menjadi sejarah bagi teman kami yang telah melangsungkan kisah hebat yang dahulu bagi kami adalah candaan yang menyenangkan. Pernikahan dan kisah menikah adalah peristiwa hebat bagi kami yang belum merasakan bagaimana gemuruh hati saat akan mengucapkan dua kalimat syahadat dan mendengarkan riuh senyuman ucap sah sebagai terkabulnya doa panjang bujang dan gadis. Melihat langkah pasti seorang pengantin pria seolah kami esok bisa menjemput bahagia yang telah dilalui oleh teman-teman kami.

Kami untuk sementara menjadi penghibur bagi diri kami sendiri, menjadi pengambil gambar indah saat photo bersama kedua mempelai, dan kami lebih tersenyum membiarkan tangan-tangan kami berebut pada piring-piring besar yang tersedia di atas meja hidangan. Menikmati rendang dan manisan, mencicipi segala yang ada, es krim, tek wan, dan segala pernak-pernik yang tertinggal tidak kami lewatkan. Sesekali melepas pandangan indah kesegala arah, ada sekumpulan gadis yang menurut kami ada kisah sama yang sedang mereka hadapi. Kami tersenyum sebagai simpulan bahwa mereka juga masih belum mengerti dan bahkan belum merencankan pernikahan.

Sebenarnya kami tidak ingin membahas apakah para sekumpulan yang kami pandang memiliki pandangan yang sama seperti yang kami perkirakan, namun karena kondisi yang mendesak dengan terpaksa kami harus membahasnya, sesekali teman kami melemparkan namaku untuk disandingkan dengan gadis berjilbab biru, dan yang lainnya menambahkan waktu dan tempat dan seterusnya hingga lelah menjadi akhirnya. hanya gurauan yang setiap orang menurut kami pernah mengalami.

Ingin rasanya kami tanyakan isi hati pengantin pria, seperti apa getaran di dadanya, apakah seperti akan ujian skripsi atau seperti ujian semester kuliah. atau ada yang lebih lagi. Kami ingin merasakan dan mencoba untuk memahami, karena kisah hebat yang dialami oleh teman kami adalah sangat berbeda dengan yang pada umumnya. Ia menikah karena dompetnya yang hilang ditemukan dan kemudian dikembalikan oleh gadis itu.

Pertemuannya sangat singkat, tidak lebih dari tiga minggu acara pernikahan pun dilangsungkan, dan yang tidak kalah hebat adalah rasa bangga seorang ayah dan senyuman indah ibunda dari teman kami, menambah suasana heran meliputi perkiraan kami. Tidakkah terfikir olehnya bagaimana kisah kuliahnya atau kisah memberi makan istrinya, ah itulah berada dalam logika yang menurut kami sangat jauh dari jangkauaan.

Kami terheran, apakah tidak bisa ditunda barang selesai pengabdian atau selesai kuliah lalu bekerja dan baru menikah, sekiranya ia berfikiran sama dengan yang kami pikirkan tentulah kejadian hebat itu tidak akan dilangsungkan. kami tersenyum.

“apa persaanmu?” tanyaku membisik

“menikahlah engkau akan mengerti”
aku terdiam lalu tersenyum dan berjabat, berpelukan dilanjutkan acara sesi foto bersama.

akusebutirpasir
07-01-14

Rilis tulisan oleh: Riana D.P (Ketua Bidang Kajian Ilmiah Islam UKM Birohmah Unila 2012/2013)

Redaktur dan editor berita: Wahid Biyobe

comments

 

Berita Terkait :