[MENYIKAPI ISLAMOPHOBIA – RESUME TASQIF BIROHMAH]

 

islamophobia sip

Definisi dari islamophobia ini sendiri adalah ketakutan akan islam, disebabkan karena kesalahpahaman akan islam itu sendiri yang berakibat pada positioning islam yang salah pada orang orang yang terjangkit islamophobia. Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi seluruh alam), dimana ajaran-ajarannya sendiri adalah pedoman terbaik dan firman langsung dari sang Maha Kuasa untuk para hamba-Nya.

Adapun perintah-perintah dalam islam mencakup :

  • Hifdzu al diin (memelihara agama)
  • Hifdzu an-nas (memelihara jiwa/diri)
  • Hifdzu mal (menjaga harta)
  • Hifdzu akal (memelihara akal)
  • dan lain sebagainya.

Fenomena islamophobia dimana beberapa kalangan merasa bahwa ajaran islam itu horor bermula dari rekayasa musuh-musuh islam untuk memutarbalikkan fakta yang ada. Pada intinya ada beberapa oknum yang menyetting, merekayasa, menyebarkan isu-isu negatif tentang islam. Supaya apa? Supaya sedikit demi sedikit terkikis rasa keislaman dalam diri seseorang. Naudzubillahi min dzalik. Contoh nyata islamophobia dewasa ini adalah “Islam adalah agama teroris”. Ditunjukkan oleh mereka bahwa teroris adalah orang-orang yang berjihad dengan mengebom suatu kota, membunuh banyak manusia tak berdosa, dengan ciri-ciri memakai jubah, sorban, pakaian serba hitam, cadar, celana cingkrang, berjanggut.

Ini merupakan stereotype yang keliru, menggeneralisir satu sampel untuk diambil kesimpulan secara keseluruhan. Alhasil seorang yang mencoba menerapkan sunnah dalam kehidupannya justru di labeling sebagai antek-antek teroris. Sungguh ironis. Padahal Nabi Muhammad, manusia mulia se-Dunia yang jadi panutan kita menganjurkan sunnah-sunnahnya untuk pedoman dan kebaikan hidup hamba-hamba Allah itu sendiri.

Kita sebagai umat muslim yang saat ini marak menyaksikan fenomena islamophobia harus mengambil sikap, agar hal-hal buruk tak terus terjadi dan dibiarkan berlarut-larut. “Kebaikan yang tidak terorganisir akan tumbang dengan kejahatan yang terorganisir.” Lantas apa yang harus kita perbuat dalam menyikapi islamophobia?

Pertama, kita benar-benar harus mempersiapkan dari segala segi (mental, fisik, spiritual). Terus menerus memperbaiki, beramar ma’ruf nahi munkar, dan tetap menjadi muslim yang sejati!

Resume oleh: Ajeng Dini Utami – Media Center Birohmah Unila 2016

comments

 

Berita Terkait :