Muhammad Al Fatih Superhero Muslim Abad 15

 

Inspiring of the Month

 WhatsApp Image 2019-07-30 at 22.28.36

Mehmed II atau yang dikenal sebagai Muhammad Al Fatih merupakan sultan ketujuh dari sejarah Dinasti Utsmaniyah. Mehmed II atau yang lebih dikenal dengan sebutan Al Fatih setelah menaklukan kerajaan Bizantium Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad. Kerajaan itu sangat kokoh bahkan belum ada yang mampu membuka dan meruntuhkan gerbangnya. Dengan izin Allah, Al Fatih mampu menaklukan konstatinopel yang telah lama berdiri kokoh.

 

Al Fatih lahir pada tanggal 30 Maret 1432 di Edirne, ibukota Dinasti Utsmaniyah. Ayahnya adalah Sultan Murad II dan ibunya bernama Turki Hatun. Beliau merupakan putra ketiga Sultan Murad II. Al Fatih kecil dididik dan digembleng oleh seorang guru sekaligus ulama yang kharismatik bernama Syeikh Ahmad al Kurani. Al faith mendalami Al Qur’an serta ilmu-ilmu lainnya. Selain itu, Al Fatih juga memiliki seorang Murabbi bernama Syeikh Ak Syamsuddin yang merupakan guru terdekat Al Fatih. Beliau mengajarkan ilmu-ilmu agama seperti Al Qur’an, hadits, fiqih, bahasa Arab, Parsi, dan Turki, ilmu matematika, falak, sejarah, ilmu peperangan dan sebagainya. Al Fatih diyakinkan oleh Syeikh Ak Syamsuddin bahwa dia adalah orang yang dimaksudkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam di dalam hadits penaklukan Konstantinopel.

 

Al Fatih mulai memimpin saat berusia 12 tahun. Namun hal itu tidak berjalan lama. Perdana menteri dan penasehat kerajaan menganggap bahwa usia Al Fatih masih sangat muda untuk memimpin kerajaan. Dari tanggapan itu, kembalilah Sultan Murad II naik tahta hingga beliau wafat pada tahun 1455. Sepeinggalan ayahnya, diangkatlah kembali Al Fatih untuk memimpin Daulah Utsmaniyah. Kala itu Sultan Al Fatih berusia 21 tahun dan telah menguasai enam bahasa. Beliau memerintah selama 30 tahun dan berhasil menaklukan banyak daerah dari wilayah di Asia dan Eropa, termasuk Bizantium.

 

Peperangan menaklukan Konstantinopel berlangsung selama 54 hari. Persiapan dilakukan dan berhasil menghimpun 250 ribu tentara. Para mujahid diberikan latihan intensif dan selalu diingatkan akan pesan Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam tantang pentingnya Konstantinopel bagi kejayaan Islam. Pasukan Sultan Al Fatih tiba di Konstantinopel pada hari kamis 26 Rabbiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M setelah persiapan yang matang. Setelah itu Sultan Al Fatih berkhutbah di hadapan tentaranya untuk mengingatkan kembali pentingnya berjihad dan pembukaan kota Konstantinopel. Beliau membacakan dalil Al Qur’an dan hadits yang berkaitan dengan hal tersebut sehingga membuat bala tentaranya semakin bersemangat dan menyambut dengan dzikir dan takbir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala..

 

Dalam peperangan itu, Sultan Al Fatih dan pasukannya melancarkan serangan besar-besaran. Suara takbir “Allahu Akbar, Allahu Akbar!” menggema di angkasa Konstantinopel. Pada 27 Mei 1453, Sultan Al Fatih dan pasukannya memperbanyak shalat, dzikir, dan doa sebagai bentuk pembersihan diri dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hingga serangan utama dilancarkan oleh pasukan Sultan Al Fatih tepat pukul 1 pagi, 20 Jumadil Awal 857 H  atau bertepatan tanggal 29 Mei 1453 M. Para Mujahidin diperintahkan untuk meninggikan suara takbir dan kalimah tauhid sambil menggempur Konstantinopel. Akhirnya tentara Utsmaniyah berhasil menembus Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan bendera Daulah Utsmaniyah pun berkibar dipuncak kota. Kejayaan dan kemenangan ini tentunya dicapai karena doa, kesungguhan, dan semangat juang yang tinggi.

 

Ibrah yang dapat diambil dari perjuangan Muhammad Al Fatih antara lain:

  1. Gunakanlah waktu mudamu dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dari banyak hal agar dapat diterapkan ketika dewasa.
  2. Hargailah seorang guru karena kita bukanlah apa-apa tanpa bimbingan darinya.
  3. Teruslah berdoa, meminta, dan berharap hanya kepada Allah. Sertakan Allah dalam setiap perjuangan yang sedang ditempuh. Terus sambung doa dan tingkatkan ibadah sebagai bentuk pembersihan diri di hadapan Alah Subhanahu wa Ta’ala.
  4. Ketika kesuksesan dan keberhasilan telah kau genggam, terus ingat Allah karena Dialah yang mengantarkan kita sampai di sana, dan segala sesuatu itu sejatinya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

comments

 

Berita Terkait :