Pendidikan adalah Pembebasan

 

IMG-20180502-WA0050

Pendidikan merupakan penghidupan, nyawa yang menjadi roh suatu pemikiran. Pendidikan adalah pembebasan yang membebaskan pikiran dari belenggu kedunguan, pemikiran liberal yang membawa pengaruh dalam melakukan tindakan. Pendidikan adalah pengartian dari sebuah arti kata kebebasan. Pendidikan lahir dari kata yang dimaknai sebagai sebuah pengajaran dan pembelajaran. Yang melahirkan sikap yang berbuah akhlak. 2 mei yang dimaknai sebagai hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Yakni hari kelahiran Bapak Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan bangsa. Seorang pahlawan yang memperjuangkan pendidikan dalam skala nasional.

Namun apakah makna dari pendidikan itu sendiri. Jika sebuah kata yang mewakili argumentasi kita kali ini mengacu pada pendidikan adalah kebebasan maka kebebasan seperti apakah yang akan dituangkan dalam memaknai pendidikan. Bebas dalam arti terhenti dari jajahan bangsa asing, atau bebas dalam artian dapat mengenyam pendidikan tanpa ada diskriminasi. Bagaimana definisi bebas menurutmu ?

Bebas satu kata yang penuh dengan makna, bebas yang berati meredeka. Merdeka berpikir, merdeka merasa dan merdeka dalam artian memiliki hak yang sama dalam mengenyam dunia pendidikan sesuai dengan konteks dan tujuan negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD NKRI Tahun 1945. Setelah perjuangan yang amat keras dari pahlawan-pahlawan bangsa guna menyetarakan hak yang harus kita peroleh untuk mendapatkan taraf pendidikan yang memadai. Lantas sudahkah sesuai dengan kenyataan ?

Pendidikan adalah makna kebebasan yang hakiki, dimana perjuangan dan pemikiran kita merdeka, bebas memahami dan bebas menyikapi.  Bebas berpikir dan mengeluarkan pendapat. Bebas menentukan sikap. Yang melahirkan akhlak. Dalam Islam tidak ada satupun kegiatan yang terlepas dalam pengawasanNya. Tidak ada satupun makhluk yang terhindar dari takdirnya. Pengaruh dan mempengaruhi menjadikannya melahirkan sebuah sikap yang akan menjadi branding dalam dirinya. Yakni akhlak yang timbul sebagai buah dari pemikirannya.

Seorang muslim menjadikan dirinya terukur memiliki arah dibalik sebuah pengajaran dan pendidikan yang didapatkannya. Menjadikan ia lebih memahami hakikatnya sebuah pemikiran yang diaplikasikan sebagai sikap, itulah yang membedakan dirinya dengan seekor hewan. Manusialah sebagai makhluk yang paling sempurna diciptakan dibekali oleh akal dan pemikiran.

Lantas sikap seperti apakah yang seharusnya ditumbuhkan dalam diri seorang muslim sebagai seorang yang memahami hakikat sebuah pendidikan.

  1. Santun dan tidak pemarah

“Yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit. Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Qs. Ali-Imran:134)

“Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.”(Qs. Asy- Syuraa:37)

  1. Tidak berlebihan dan Mubazzir

”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin  dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.(26), Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra’: 26, 27)

  1. .Rendah hati dan tidak sombong

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al-Isra’: 37)

  1.  Tidak berkata dan berbuat tanpa ilmu

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra’: 36)

  1.  Amanah dan menepati janji

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58)

  1. Memperbaiki hubungan sesama manusia

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa: 114)

Yang dipaparkan diatas hanyalah segelintir buah dari pendidikan dan pemahaman yang kita telisik dalam ayat Al-Qur’an dan masih banyak hal lainnya.

Memaknai pendidikan sebagai sebuah pembebasan adalah saat diri ini mampu mengendalikan diri dari belenggu setan. Mampu mengkondisikan diri sebagaimana yang telah diajarkan Al-Qur’an. Dan memaknai sebagai sebuah pembebasan yang hakiki tentang sebuah arti dari buah pemikiran.

Bebas adalah pembelajaran, karena sungguh bebas yang tanpa diiringi ilmu adalah kebebsan yang menyesatkan. Selamat memaknai Hari Pendidikan sebagai hari kebebasan pemikiran.

comments

 

Berita Terkait :