Home » Materi Kuliah Fisika » Pengenalan Jangka Sorong dan Kegunaannya

 
 

Pengenalan Jangka Sorong dan Kegunaannya

 

RSS Berita Kampus

  • Bandar Lampung Sugeng Berharap Proposal Unila yang Lolos ke Dikti Lebih Banyak April 24, 2014
    Sebanyak 74 dosen Unila mengikuti sosialisasi dan pelatihan pembuatan proposal pengabdian masyarakat. Rektor Unila Sugeng P. Harianto dalam sambutannya, di Rumah Makan Kayu, Selasa (22/4/2014), berharap tahun ini proposal dari Unila yang lolos ke Dikti Kemdikbud lebih banyak lagi. Dia menambahkan, pada tahun lalu ada 21 dosen Unila yang mendapatkan dana peng […]
    Hisna Cahaya
  • UN 2015 Tetap Ada April 23, 2014
    Harapan berbagai pihak yang menginginkan ujian nasional (UN) dihapuskan, agaknya, bakal sulit terwujud. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan, UN tetap diberlakukan untuk tahun-tahun mendatang. Auditor Utama Inspektorat Jenderal Kemendikbud Joko Sapto Pratolo menegaskan hal itu saat meninjau pemindaian lembar jawaban UN SMA di Univer […]
    Hisna Cahaya
  • Alm. dr. H. Mohamad Masykur, Sp.A. April 23, 2014
    Info lainnya :› Hasil Seleksi SNMPTN 2013
    Tomy Pratama Zuhelmi

Jangka sorong ( vernier caliver) adalah alat ukur yang ketelitiannya dapat mencapai seperseratus milimeter. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan display digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01mm untuk yang diatas 30cm.

 

Kegunaan jangka sorong adalah:

  • untuk mengukur panjang, tebal, dan diameter luar suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;
  • untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur;
  • untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur.

 

Jangka sorong mempunyai dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang sorong. Pada rahang tetap dilengkapi dengan skala utama, sedangkan pada rahang sorong terdapat skala nonius atau skala vernier. Nama vernier diambilkan dari nama penemu jangka sorong, yaitu Pierre Vernier, seorang ahli teknik berkebangsaan Prancis.

 

Skala nonius mempunyai panjang 9 mm yang terbagi menjadi 10 skala dengan tingkat ketelitian 0,05 mm. Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong berdasarkan angka pada skala utama ditambah angka pada skala nonius yang dihitung dari 0 sampai dengan garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama.

Tags:

 

No comments

Be the first one to leave a comment.

Post a Comment


 


− 2 = 2