Perbedaan Unik Cara Makan Orang Indonesia Dengan Orang Barat


Oleh: Wahid Biyobe (Disadur dari buku kesehatannya yang berjudul “Gizi dan Kesehatan Tubuh Manusia”)

PERHATIAN TERHADAP MAKANAN PEMBUKA DAN PENUTUP—Selain daripada gizi yang diharapkan bagi keluarga, alangkah baiknya apabila setiap keluarga juga menyadari akan pentingnya perhatian terhadap makanan pembuka dan penutup. Makanan pembuka yaitu jenis makanan yang akan dikonsumsi pada pertemuan awal memakan. Biasanya makanan pembuka diawali dengan makanan yang mengandung pemanis fruktosa yang berasal dari jenis buah-buahan, seperti jeruk, strawberry, apel, dll. Makanan pembuka dengan menggunakan buah mulai saat ini sudah banyak diketahui orang bahwa makanan ini akan lebih cepat dicerna oleh alat pencernaan (lambung dan beberapa bagian lainnya) mengingat bahwa makanan jenis buah banyak mengandung gugus gula (fruktosa) yang sangat penting dalam menghasilkan ATP (energi) dan juga dapat memicu nafsu makan secara baik. Sedangkan untuk makanan penutup biasanya diakhiri dengan makanan-makanan yang mengandung rendah gula, seperti cake/roti, minuman kopi, teh, bahkan alkohol (namun bagi umat muslim dilarang mengonsumsinya mengingat minuman ini diharamkan agama islam),dll.

 

Di Mancanegara, seperti di Benua Eropa dan Amerika, setiap orang-orang yang ada pada suatu keluarga sebagian besar sudah menerapkan perhatiannya terhadap makanan pembuka dan makanan penutup yang ada di dalam pengonsumsiannya setiap hari. Mereka ketika makan tidak langsung dihabiskan, akan tetapi mereka memakannya dengan beberapa irama pada periode waktu tertentu (bertahap-tahap dalam mengkonsumsinya). Seperti yang dilakukan mereka dalam keluarga, misalnya pada makanan pembuka pertama mereka menyantap buah, selang beberapa menit (kita umpamakan selang 10 menit setelah mengonsumsi buah tadi) kemudian dilanjutkan dengan makan besar seperti makan roti keju dengan sayuran pendukung, selai ikan, dll. Begitu seterusnya hingga makanan/penutuppun diperhatikan oleh mereka. Selang waktu yang digunakan mereka untuk menyantap makanan berikutnya umumnya digunakan untuk berbincang-bincang. Biasanya minuman alkohol, teh, susu, kopi hangat yang umumnya mereka minum sebagai minuman akhir (penghangat tubuh). Prilaku ini juga diterapkan mereka ketika sedang berada di luar keluarga, misal ketika meeting, berkumpul dengan relasi kerja, menyantap makanan di rumah makan, dan sebagainya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 3 = 3

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>