Pola Komunikasi Yang Intensif (rasa pengertian antar mitra kerja)

 

Pola komunikasi yang intensif (rasa pengertian antar mitra kerja)—Dalam tataran ideal dan abstrak, konsep komunikasi intensif termasuk common, mutual, shared knowledge atau relevance, menurut Sperber & Wilson (1986), sesuai dengan prinsip kooperatif yang dikemukakan oleh Wikan. Wikan menyebut prinsip kooperatif ini sebagai ’’ the maxim of interpretive charity ” (maksim karitas interpretative); saling pengertian antar manusia bisa diciptakan dengan cara berbagi rasa dan berbagi pengalaman tidak perlu hanya lewat kata-kata melainkan, seperti yang dituliskan oleh Wikan, dengan cara mengasah kepekaan daya resonansi yang mirip dengan sikap ’’ sympathy, empathy or Verstehen ” (Wikan 1992:465). Walaupun demikian, konsep ini tidak bersifat tetap. Konsep ini harus diinterpretasikan secara aktif oleh interlokutor (pendengar) dan bisa pula diciptakan oleh penutur (pihak yang mengucapkan). Hal terakhir ini telah dibuktikan oleh Higgins (1992) dalam usahanya untuk menjelaskan bagaimana cara orang memperoleh shared reality (realitas bersama) dalam permainan komunikasi. Permainan komunikasi ini dapat memicu suatu aksi dan reaksi di antara kedua mitra kerja (kepekaan secara ruhiyah/ruh, fikriah/fikiran, dan jasadiah/jasad), juga dapat menimbulkan dampak yang terasa gurih bagi penikmat sektor perikanan yang ada termasuk konsumen (masyarakat) akibat dari efek yang dilukiskan oleh kemitraan tersebut.

comments

 

Berita Terkait :