Sejarah, Hikmah, dan Makna Peristiwa Isra Mi’raj

 

Assalamualaikum sobat fillah,

 

Rutin setiap lima kali sehari, kita selalu mengerjakan shalat fardu, Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Tapi tau nggak sih peristiwa apa yang melatarbelakangi perintah menunaikan shalat tersebut? Jangan-jangan belum pada tahu lagi. Kalau belum tahu, sini penulis kasih tahu, hehe

 

Jadi, yang melatarbelakangi perintah untuk menunaikan shalat fardhu itu adalah peristiwa Isra’ Mi’raj. Ini merupakan salah satu mukzizat yang diberikan Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. Kenapa? Karena peristiwa tersebut tidak masuk akal manusia. Bagaimana tidak, Rasullulah SAW. Menempuh perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah, kemudian ke Masjidil Aqsa di Palestina yang kemudian dilanjut ke Sidratul Muntaha atau langit ke tujuh dalam satu malam.

 

Peristiwa isra’mi’raj ini sangat menarik untuk dikulik, sayangnya masih banyak yang belum tahu tentang peristiwa luar biasa ini. Untuk itu, penulis akan sedikit berbagi informasi mengenai fakta serta hal yang melatarbelakangi peristiwa isra’ mi’raj, untuk memperkaya pengetahuan kita tentang Islam. Dijamin nggak bakal rugi deh, yuk disimak.

 

A. Makna Isra Miraj

Kita bahas secara etimologis dulu ya, Isra memiliki arti berjalan diwaktu malam. Yang dimaksudkan berjalan diwaktu malam disini adalah perjalanan Rasulullah SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina.

 

Sedangkan Miraj adalah naik atau alat yang digunakan untuk naik. Secara istilah, yang dimaksudkan naik di sini adalah perjalanan Rasulullah SAW. dari Masjidil Aqsa menuju langit ke tujuh (Sidratul Muntaha).

 

Singkatnya, Isra Miraj adalah perjalanan Rasulullah SAW. pada satu malam ke tiga tempat sekaligus, yaitu dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dan kemudian naik ke Sidratul Muntaha, yaitu langit tertinggi, langit ke tujuh.

 

B. Dalam Satu Malam

Dalam Jarak yang sangat jauh dan waktu yang relatif singkat, Rasullullah SAW. melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ini hanya memakan waktu yang tidak sampai satu malam penuh, kurang lebih dua pertiga malam. Ini tentu adalah sesuatu hal yang sangat luar biasa yang tidak akan pernah didapatkan oleh manusia manapun kecuali Rasulullah SAW.

 

For your information nih sobat fillah, Jarak antara kota Mekkah dengan Palestina itu mencapai 1500 km. Dan pada masa Rasulullah belum ada pesawat seperti sekarang ini, onta adalah satu-satunya kendaraan paling canggih pada masa itu. Dan jika menunggangi onta dari Makkah sampai Palestina dapat memakan waktu hingga 40 hari. Lalu, bagaimana Rasulullah SAW. dapat melakukannya dalam satu malam?. Tidak lain dan tidak bukan hal tersebut adalah kehendak sang Maha Agung, Allah SWT.  Inilah salah satu tanda kekuasaan Allah SWT.

Dalam satu malam ini banyak sekali pengalaman luar biasa yang di alami oleh Rasulullah SAW, salah satunya adalah beliau dipertemukan dengan para Nabi terdahulu. Selain itu, atas izin Allah SWT, Rasulullah SAW juga diperlihatkan bagaimana kondisi yang mengerikan di dalam Neraka, serta keindahan yang tidak akan bisa manusia bayangkan di dalam Surga sehingga memperkokoh beliau dalam mengemban dakwah.

 

Kisah perjalanan luar biasa Rasulullah SAW. Ini diabadikan lho dalam Al Qur’an, yaitu Surah Al-Isra (17):1, yang artinya:

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.

 

C. Latar belakang terjadinya Isra Miraj

Peristiwa Isra’ Mi’raj ini berawal dari kesedihan Rasullulah SAW. Atas 3 musibah yang beliau alami dalam satu tahun sekaligus. Bahkan tahun tersebut disebut sebagai tahun kesedihan bagi Rasulullah SAW. (Amulhuzni).

 

Musibah yang pertama adalah wafatnya paman tercinta, Abu Tholib. Walaupun Abu Thalib tidak pernah mengucapkan dua kalimat syahadat. Namun beliau sangat berjasa bagi keberlasungan dakwah Rasullah SAW. Beliau seorang tokoh yang disegani di Tanah Arab. Pada masa hidupnya, beliau  memerintahkan Bani Hasim dan Bani Muthalib untuk menjaga Nabi Muhammad dari gangguan kafir Quraisy. Abu Tholib rela menjadi tameng Rasulullah SAW. untuk menjaganya dari kaum kafir Quraisy. Sehingga membuat kaum Quraisy berfikir dua kali ketika hendak mencelakakan Rasullulah SAW. Abu Tholib sangat sayang kepada Rasulullah, ia rela melakukan apa saja demi keberlasungan dakwah, sehingga ketika beliau wafat, Rasulullah SAW. sangat bersedih.

 

Belum lama setelah paman tercintanya wafat, Khadijah RA. Juga di panggil oleh Al Khaliq. Rasulullah SAW pun sedih kembali. Bagaimana tidak, setelah paman, kini istri tercintanya pun pergi meninggalkannya. Rasululullah SAW. sangat mencintai Khadijah RA., beliau adalah manusia pertama yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Selain itu, beliau juga mengorbankan seluruh hartanya untuk jalan dakwah. Khadijah adalah sosok istri yang sangat baik, ketika Rasulullah SAW bersedih ataupun gelisah, beliau datang untuk menenagkan dan menghibur hati Rasulullah.

 

Rasulullah sangat sedih yang amat dalam, namun dakwah harus tetap berlangsung. Rasulullah SAW. kemudian ingin mengajak orang-orang Thoif untuk beriman. Namun dakwah Rasulullah SAW. tidak di sambut baik oleh mereka. Rasulullah SAW diusir dengan memberikan cacian bahkan bahkan melempari Beliau dengan batu, hingga kakinya berdarah.

 

Dalam serba kesedihan yang dialami  Rasulullah SAW, beliau menuju Masjidil Haram. Dan di sana berbaring, dan dari sinilah peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi.

 

Dari peristiwa Isra’ Mi’raj ini menjadi peliur lara (tasliyah) yang sangat luar biasa untuk Rasulullah SAW atas semua kesedihan yang beliau alami.

 

ISRA

Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah SAW dapat kita petik hikmah. Cerita yang luar biasa mengajarkan kita akan kekuasaan yang dimiliki oleh Allah SWT. Dalam peristiwa ini jugalah  disyariatkan kewajiban shalat fardhu 5 waktu bagi seluruh muslim. Ini adalah salah satu keistimewaan ibadah shalat 5 waktu, jika ibadah lain diwajibkan melalui wahyu yang diberikan kepada Rasulullah SAW di bumi. Khusus untuk ibadah shalat, Allah SWT. Panggil langsung Rasulullah ke langit. Selain itu, Shalat juga merupakan amalan yang akan pertama kali dihisab.

 

Rasullulah menceritakan kejadian ini secara rinci dalam sebuah hadits panjang yang berbunyi:

 

Anas bin Malin an Ibnu Hazm menuturkan bahwa Rasulullah SAW. Bersabda : “…Allah memfardhukan atas umatku 50 shalat. Aku kembali dengan perintah itu sampai aku melewati Nabi Musa AS. Lalu ia bertanya “ Apakah Allah wajibkan kepada umatmu?” Aku menjawab. “Allah mewajibkan 50 Shalat”. Musa berkata “Kembalilah kepada Rabb-mu karena umatmu tidak akan kuat menunaikan perintah itu”. Lalu aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya. Aku pun kembali kepada Musa dan berkata “Allah telah menghapuskan separuhnya”. Musa berkata lagi “Kembalilah kepada Rabb-mu karena umatmu tidak akan kuat menunaikan perintah itu”. Lalu aku kembali dan Allah menghapuskan separuhnya lagi. Aku pun kembali kepada Musa. Musa berkata lagi. “Kembalilah kepada Rabb-mu karena umatmu tidak akan kuat menunaikan perintah itu”. Lalu aku kembali dan Allah berkata. “Shalat itu lima (waktu) dan dinilai lima puluh (pahalanya) dan perkataan-Ku tidak akan berganti. “Aku kembali kepada Musa, Musa berkata lagi “Kembalilah kepada Rabb-mu”. Namun, Aku berkata, “Aku sudah malu kepada Rabb-ku”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

 

Jika melihat dari hadist di atas, betapa Rasul sangat cinta kepada umatnya. Pada awalnya Allah menetapkan 50 shalat kepada kaum muslimin. Karena beliau merasa bahwa umatnya tidak akan mampu melaksanakannya, sehingga Rasulullah SAW kembali menghadap  Allah SWT dan meminta untuk diberikan keringanan. Atas permintaan keringanan inilah yang membuat ibadah shalat fardhu hanya 5 kali sehari.

 

Kebayang nggak tuh kalau kita shalat 50 kali sehari. Pasti berat banget kan?. Saat ini kita hanya diperintahkan untuk melaksanakan kewajiban tersebut hanya 5 kali sehari, dan itu pun masih banyak dari kita yang malas atau bahkan dengan sengaja meninggalkannya.

 

Untuk itu yuk sobat fillah, kita sama-sama memperbaiki ibadah shalat 5 waktu kita. Dilengkapi dengan shalat-shalat sunnah ya! Karena jika shalat fardhu seseorang ada kekurangan, maka hal tersebut dapat dilengkapi dengan pahala shalat sunnah ini. Ibadah shalat 5 waktu adalah amalan yang sangat utama dalam islam, hal ini sesuai dengan Hadits Rasulullah SAW yang berbunyi.

 

“Yang pertama kali dihisab dari hamba Allah pada Hari Kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik maka baik pula seluruh amalannya, jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalannya”. (HR. Ath-Tharani).

 

Bagaimana? Sekarang sudah pada tahu kan tentang peristiwa Isra’ Mi’raj ini. Sekarang, kewajiban kita sebagai seorang muslim adalah meyakininya sesuai dengan berita tentang perkara ghaib yang Allah SWT atau Rasulullah SAW kabarkan. Dan jangan lupa untuk terus istiqomah shalat tepat waktu yaa..

 

Wassalamualaikum sobat fillah.

 

Sumber :

1. Buletin Dakwah Kaffah Edisi 036 12 April 2018. Isra Mikraj, Kewajiba Shalat dan Penerapan Syariah Secara Kaffah.

2. Materi Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW oleh Kerohanian BEMF Psikologi UAD

3. Apipudin. Isra Miraj Ibrah Kehidupan Orang Beriman. Universitas Gunadarma

4. Muchlisin. 2016. 10 Fakta Isra Mi’raj yang Perlu Anda Tahu. http://bersamadakwah.net/10-fakta-isra-miraj-yang-perlu-anda-tahu/

 

 

 

 

comments

 

Berita Terkait :