Seminar Pranikah, Rangkaian Agenda Birohmah Festival Sukses Digelar

 

rilis pranikah

Birohmah.unila.ac.id – Muslimah adalah calon istri sekaligus calon ibu sebagai madrasatul ula (madrasah pertama) bagi anak-anaknya kelak. Muslimah yang baik inshaAllah akan mendidik anaknya menjadi baik pula. Muslimah yang baik, memberi cahaya di dalam rumah, membuat para suami tak betah berlama-lama di luar dan ingin segera pulang ke rumah. Sebagaimana kita ketahui bahwa menikah bukanlah perkara yang sepele. Menikah adalah komitment, tanggungjawab yang perlu dipersiapkan matang-matang baik dari segi fisik, mental, ilmu, dan lain-lain. Atas dasar itulah, Badan Khusus Pemberdayaan Muslimah mengadakan seminar pranikah (Dalam Rangkaian Agenda Birohmah Festival 2016) yang bertajuk, “Kupas Tuntas Kesehatan Reproduksi, Psikologi, dan Komunikasi Suami Istri”. Acara ini diadakan pada Minggu, 04 Desember 2016. Bertempat di Gedung D Lantai 2 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Seminar pranikah ini terdiri dari 3 sesi materi dengan pemateri yang pakar di bidangnya. Materi kesehatan reproduksi diiisi oleh Dosen Fk Unila, dr. Rodiani, M.Sc, spOG. Materi Psikologi suami-istri diisi oleh Konsultan Psikologi dari Biro Konsultasi Psikologi Harmoni, Wulan Irodati, S.Psi. sedangkan materi tentang komunikasi suami istri diisi oleh Praktisi Komunikasi dan Ahli Media, Detti Febrina, S.P.

Peserta seminar begitu antusias menyerap ilmu yang dibagi oleh pemateri. Dalam sesi tanya jawab, begitu banyak pertanyaan dalam satu termin. Dalam sesi pertama yakni materi seputar kesehatan reproduksi, dipaparkan dengan gamblang seputar organ genitalia eksterna dan internal, penjabaran masing-masing organ, penyakit yang seringkali menimpa suatu organ tersebut, dan cara pencegahannya. Sesi kedua menjelaskan tentang psikologi pernikahan, yakni bahwa dalam pernikahan terdapat banyak dinamika, diantaranya perbedaan secara lahiriyah, aqliyah, dan nafsiyah antara laki-laki dan perempuan. Sehingga masing-masing calon pengantin harus mempersiapkan secara matang mental mereka sebelum pernikahan. Sedangkan pada sesi terakhir menjelaskan tentang komunikasi antara laki-laki dan perempuan. Bahwa saat perempuan mendapat masalah, yang ia inginkan hanyalah disimak curhatannya, tidak harus diberikan solusi. Beda dengan para laki-laki yang saat mendapat masalah, butuh waktu untuk sendiri, menyelesaikan permasalahannya.

(MCB/AD)

#SeminarPranikah

#BirohmahDIHATI

#DinamisHarmonisTotalitas

#MenebarDakwahMerajutUkhuwah

comments

 

Berita Terkait :