Tasawuf Modern Tentang Hari Kiamat Karya Agus Mustofa

 

kiamat

Berdasarkan potongan ayat surat al mulk diberitakan bahwa “Allah akan menenggelamkan dan menjungkirbalikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba tiba bumi berguncang – guncang, “atau apakah kamu merasa aman terhadap allah yang di langit bahwa dia akan mengirimkan badai berbatu. Maka, kelak kamu akan mengetahui bagaimana dahsyatnya peringatanku.

Jadi menurut informasi alquran yang diturunkan berabad abad lamanya, bahwa kehancuran bumi ini bukan oleh padamnya matahari, perang nuklir, atau sebab lain. Tetapi digambarkan allah, bumi ini akan ditenggelamkan allah ke suatu wilayah yang penuh dengan batu komet di luar angkasa.

Berita allah ini ternyata dibenarkan juga oleh ilmu astronomi, seorang ilmuwan belanda memperkirakan sekitar beberapa ribu tahun lagi bumi kita ini akan memasuki wilayah berkabut di luar tatasurya kita, yang berisi jutaan batu komet, wilayah yang sangat luas tersebut disebut kabut Oort, sesuai dengan nama penemunya, hal ini sudah pernah terjadi di zaman dinosaurus.

Apa akibatnya, tentu saja sangat MENGERIKAN, sebagai gambaran, jika ada 1 buah saja, batu komet sebesar 1 KM jatuh ke bumi, makan akan muncul 5 efek yang luar biasa dahsyat.

PERTAMA, batu tersebut akan terbakar ketika memasuki atmosfer bumi diakibatkan gesekan yang sangat keras, batu tersebut menuju ke bumi sambil terbakar seperti sebuah panah api.

KEDUA, muncul badai akibat desekan udara yang sangat kencang di sepanjang lintasan komet. Jangankan batu sebesar itu, ketika kita disalip bus di jalan raya, kita merasakan betapa kencang angin yang dihasilkan.

KETIGA, Langit akan menjadi gelap disebabkan abu komet, seperti ketika gunung karakatu meletus, abu nya menyebar ke benua eropa dan amerika.

KEEMPAT, Komet akan menyebabkan gempa bumi yang sangat dahsyat di atas 8 skala richter, maka gedung gedung akan hancur berantakan, permukaan tanah akan bergelombang, ketinggian mencapai beberapa meter, maka segala benda di atasnya akan berhamburan dan berantakan kemanamana.

KELIMA, Setelah menghantam permukaan tanah, batu komet itu akan terus melesak ke dalam perut bumi, menuju pusat magma bumi, akibatnya magma di dalam perut bumi akan terdesak oleh material yang sangat besar itu, dan kemudian akan dimuntahkan lewat gunung gunung berapi terdekat,

Itu kalau jatuhnya di darat, tapi jika di laut, gelombang tsunami akan bergejolak sangat hebat.

Itu baru gambaran 1 komet yang besarnya 1 KM, padahal kabut oort itu berisi jutaan komet.

Berikut gambaran al quran

Qs : zalzalaah, 1-3, ketika berguncang bumi seguncang guncangnya dan bumi mengeluarkan beban berat yang dikandungya. Dan manusia bertanya, kenapa bumi??

QS infithaar, 1-3, ketika langit terbelah, dan ketika bintang bintang jatuh berserakan, dan ketika lautan di luapkan

Qs qaari’ah, 4 – 5, pada hari itu manusia seperti kupu kupu berterbangan, dan gunung gunung seperti bulu yang dihambur hamburkan

Ayat ayat di atas menggambarkan betapa bumi dibombardir oleh jutaaan bintang bintang, (komet pijar yang tampak seperti bintang) sehingga atmosfer kita terbelah. Sebelumnya atmosfer sangat berguna melindungi kehidupan di muka bumi. Setiap ada batu angkasa yang masuk digesek sangat keras oleh atmosfer dan kemudian terbakar habis. Tetapi itu kalau ukuran batunya kecil dan sedikit. Tetapi jika besar dan banyak, maka atmosfer tidak mampu lagi melindungi.

Planet bumi ini sedang bergerak dengan kecepatan 107.000 KM per jam mengelilingi matahari. Maka ketika bumi bertabrakan dengan batu angkasa seperti sebuah truk penumpang atau barang dengan kecepatan 100 KM per jam menabarak sebuah pohon besar. Apa yang terjadi ?? Maka seluruh penumpang dan barang akan berhambur ke udara. Itulah yang digambarkan alquran bahwa manusia akan berhamburan seperti kupu kupu yang beterbangan.

Maka ini lah tanda tanda kebesaran dan kekuasaan allah, bagi kita yang berpikir, untuk melihat tanda tanda kebenaran alquran. Apa mungkin alquran ini karangan manusia atau muhammad. Sedangkan manusia zaman dahulu belum ada teknologi canggih untuk melihat angkasa. (Oleh: Bayu Pramono Alumnus FEB Universitas Lampung).

comments

 

Berita Terkait :