Thank you, Mom

 

Screenshot_2015-12-21-16-52-22_1

“IBU”, mengucap, mendengar, dan menuliskan kata ibu selalu terasa damai. Karna ibu malaikat tak bersayap, pahlawan tanpa tanda jasa, dan pemberi tanpa pamrih.

Ibu, satu-satu nya wanita yang rela berkorban untuk anak-anaknya. Betapa besar kasih sayang seorang ibu, bahkan dalam agama islam betapa sangatlah mulia kedudukan seorang ibu. Hingga dikatakannya syurga ada di telapak kaki ibu. Oleh karena itu, wajiblah bagi kita anak-anak nya untuk berbakti kepada ibu.

Sebagaimana dikemukan dalam sebuah hadits yang artinya:
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

Dalam hadits tersebut, Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menyerukan ‘Ibumu’ hingga tiga kali pengulangan. Dimana hal itu menyatakan bahwa ibu memiliki keutamaan tiga kali lebih besar dibandingkan dengan ayah. Hal demikian sangatlah berbanding lurus dengan apa yang telah dilakukan seorang ibu terhadap anaknya.

Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliau berkata dalam kitabnya Al-Kabaair, ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.

Dia telah menyusuimu dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.
Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.

Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.

Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.

Demikianlah apa yang dijelaskan oleh Imam Adz-Dzahabi tentang betapa besarnya jasa seorang ibu. Maka sudah selayaknya kita sebagai anak untuk terus menyayangi, menghormati dan memuliakannya dengan sepenuh hati, berusaha dengan sekuat tenaga untuk terus membuatnya tersenyum bangga. Terimakasih ibu :)

Penulis: Gendiz Zahranadiya (FISIP Unila 2015)

 

comments

 

Berita Terkait :