THE CHOICE IS IN YOUR HAND

 

Sumber: Buku “Sang Penggungah” – Supriono

“Pilihan, Keputusan, dan Tindakan Anda Hari Ini Menentukan Nasib dan Masa Depan Anda.”

(Supriyono)

Sahabat sejati, seorang guru bIjak tinggal di atas puncak gunung es yang tinggi. Pada suatu hari, ada seorang pemuda yang merasa dirinya pandai, ingin menguji kemampuan sang guru  bijak tersebut. Ia membawa seekor burung kecil yang ia genggan di tangannya. Ia ingin memberikan pertanyaan menjebak bagi sang guru dengan bertanya apakah sang guru mengetahui bahwa burung di geggamannya hidup atau mati. Apapun jawaban sang guru, semua tetap menuju kepada kesalahan. Jika sang guru menebak mati, si anak muda akan melepaskan burung itu. Namun jika ia menebak hidup, anak muda itu akan meremas burung itu sampai mati. Akhirnya, si pemuda bertemu dengan guru bijak itu dan melntarkan pertanyaan yang telah ia rancang  jauh-jauh hari.

Si pemuda itu berkata, “Wahai guru yang bijak, menurut Anda apakah burung yang saya pegang di tangan saya berada dalam keadaan mati atau hidup?”
Sang guru bijak tertegun mendengar pertanyaan itu, sambil berpikir beberapa saat akhirnya ia membuka mulut dan berkata, “Wahai anak muda, mati atau hidupnya nyawa burung itu bergantung pada tangan Anda.”

Sahabat sejati, Allah memberikan kuasa kepada kita untuk menentukan nasib kita sendiri dan dimulai dari diri kita berupa niat, perencanaan, tekad, dan bersungguh-sungguh lalu tindakan untuk mewujudkannya lalu Allah pun akan menolong kita bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.
“Sesungguhnya Allah tidak megeubah keadaan (nasib) suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d:11)

Sahabat sejati, kitalah yang menentukan pilihan-pilihan dalam hidup ini serta keputusan-keputusan yang kita ambil. Banyak orang yang tidak sadar dan berpikir bahwa baik kesuksesan maupun kegagalan dalam hidupnya bergantung pada pada orang lain ataupun keadaan.

Sama seperti anak muda tadi, kitalaha yang 100% bertanggung jawab atas kegagalan maupun keberhasilan kita. Tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menghalangi kesuksesan kita, dan tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada diri kita yang mampu menyebabkan kegagalan terbesar dalam hidup kita. Kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kesuksesan atau kegagalan kita.

“The sky is not the limit, You are the LIMIT!”

Birohmah Shop

Memulai Diskusi dan Beri Komentar Artikel di Atas:

comments