Tiga Hal yang Merusak Hidup

 

tiga hal perusak hidup

Hal yang wajar dalam hidup apabila ada perkara-perkara yang membuat hidup kita menjadi lebih baik. Pun demikian terdapat hal-hal yang membuat hidup kita menjadi buruk. Lantas, apa sajakah hal-hal yang merusak atau memperburuk hidup?

Suri tauladan kita, Muhammad S.A.W. mengindikasikan ada tiga hal yang dapat merusak hidup kita dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Anas r.a., “Tiga perkara yang merusak, yaitu: hawa nafsu yang diperturutkan, kikir yang ditaati dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri (HR Tabrani).

  1. Hawa Nafsu yang Diperturutkan

Setiap manusia dianugerahi Allah S.W.T. nafsu atau keinginan dan kecintaan terhadap hal-hal duniawi. Karena dengannya manusia menjadi berbudaya dan berkembang. Namun, semua hal tersebut diperturutkan, maka nafsu yang semestinya menjadi karunia berubah menjadi sesuatu yang dapat merusak hidup kita. Mengapa? ketika manusia tunduk pada hawa nafsunya sendiri, ia menuhankan hawa nafsunya itu. Bila ini terjadi, maka manusia menjadi sesat, hal-hal yang semula tidak mungkin dilakukannya bahkan dibencinya malah dikerjakannya, terjadilah kemudian kasus-kasus pemerkosaan, pembunuhan, penipuan, korupsi dan perbuatan-perbuatan  hina dan keji lainnya. Firman Alloh SWT: Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Alloh membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya dan Alloh telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Alloh (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran”. (QS: 45: 23).

 

  1. Kikir yang ditaati

Sifat ini muncul sebagai salah satu akibat dari sikap manusia yang terlalu cinta harta atau terlalu memperturutkan nafsunya akan harta kekayaan. Sifat kikir membuat kita akan mementingkan diri sendiri, tidak peduli kepada orang lain di sekitar kita. Sifat tersebut biasanya ditandai dengan tidak menunaikan zakat maupun kikir kepada sesama dengan tidak mau membantu sesamanya.

Sifat kikir menunjukkan rendahnya kualitas hubungan kita dengan sesama manusia, hablum minan-naas. Sifat kikir ini bisa menjangkiti siapa saja, bahkan orang yang ibadahnya terlihat rajin. Namun, manakala ada orang yang mengaku mukmin tetapi tetap memiliki sifat kikir, sehingga orang disekitarnya kelaparan atau kesulitan dan itu disadarinya maka ia bisa dianggap sebagai orang yang tidak pantas mengaku beriman. Rosulullah S.A.W. bersabda: “Tidak beriman kepadaku orang yang tidur malam dalam keadaan kenyang, sedang tetangga yang disisinya kelaparan, dan iapun mengetahui atau menyadarinya” (HR Tabrani dan Bazzra).

Pernah suatu ketika terjadi musim paceklik di masa khalifah Abu Bakar Ash-Shiddik, Abu Bakar justru sudah tidak makan lebih dulu dari rakyatnya. Sementara Usman bin Affan membeli kebutuhan pangan dalam jumlah yang banyak dan dibagikan gratis kepada masyarakat meskipun banyak pedagang yang mau membelinya dengan harga yang lebih mahal. Kita dapat mengambil hikmah dari sirah sahabat tersebut, bahwa seharusnya kesalehan personal kita juga harus diikuti dengan kesalehan sosial. Bukankah Allah menyuruh kita untuk menyeimbangkan hablum mina-Allah dan hablum minan-naas.

 

  1. Kekaguman seseorang pada dirinya sendiri

Bangga diri atau ujub adalah penyakit hati dan sifat yang merupakan cikal bakal lahirnya sifat sombong dan akan menjadi penghambat seseorang masuk syurga. Seorang yang membanggakan dirinya sendiri biasanya melihat ada sesuatu yang lebih pada dirinya sehingga patut untuk dibanggakan. Padahal bila kita sadari, semuanya adalah titipan dan amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggungjawaban..

Orang ujub (bangga diri) bukan hanya mengecilkan kebesaran orang lain, tapi juga tidak menganggap Allah yang telah memberikan kenikmatan kepadanya, dia merasa apa yang dinikmatinya semata-mata karena usahanya sendiri dan tidak dikaitkannya dengan Allah. Pada akhirnya seseorang menjadi sombong yang bermula dari membanggakan dirinya, membuat dia merasa tidak punya kekurangan dan yang teramat berbahaya adalah jangankan dikoreksi dan dikritik, diberi masukan, saran dan nasehat saja tidak mau menerimanya bahkan kadang mencela yang memberi nasehat.

 

 

Semoga kita terhindar dari ketiga sifat tersebut. Aamiin..

 

Oleh Tim Kreatif Media Center Birohmah

 

#TigaSifatYangMerusak

#HawaNafsuYangDiperturutkan

#KikirYangDitaati

#KekagumanPadaDiriSendiriYangBerlebihan

#MediaCenterBirohmah

#BirohmahDIHATI

#DinamisHarmonisTotalitas

#MenebarDakwahMerajutUkhuwah

comments

 

Berita Terkait :