Tsabbit Bin Qurrah: Ilmuwan Multitalent dari Abad ke-9

 

inspiring 2

Oleh: Rangga Priatna

Sejak kecil mungkin kita sering mendengar nama-nama ilmuwan yang sangat berpengaruh di dunia berasal dari Barat. Tapi tau gak? Jauh sebelum mereka, banyak ilmuwan-ilmuwan muslim yang berjaya pada masanya. Salah satunya Tsabbit Bin Qurrah. Siapakah Tsabbit Bin Qurrah itu?

Yuk kita kenalan!

Nama lengkapnya Abu’l Hasan Tsabit bin Qurra’ bin Marwan al-Sabi al-Harrani. Ia dilahirkan di Harran, suatu tempat yang terletak di antara sungai Dajlah dan Furat di Turki pada tahun 221 H (836 M), dari keluarga Ash-Shaibah. Tsabit telah menampakkan kecerdasannya sejak usia dini ketika dia masih belajar ilmu.

Pada suatu hari, dia berbeda pendapat dengan kelompoknya tentang beberapa hal yang membuat mereka menganggapnya telah keluar dari kelompoknya sehingga mereka melaranggnya untuk masuk ke tempat peribadatan mereka. Dia lalu hijrah ke suatu daerah yang disebut Kafrutuma.

Di tempat tersebut, dia bertemu dengan seorang ilmuwan besar dalam bidang matematika, Muhammad bin Musa al-Khawarizmi yang merasa kagum dengan kecerdasan Tsabit. Dia memang memiliki kesiapan mental dan akal untuk belajar hingga akhirnya al-Khawarizmi mengajaknya ke Baghdad.

Pendidikan dan Kedudukannya

Di Badhdad, kiblat ilmu pada saat itu. Tsabit bin Qurrah mengajarkan ilmu matematika, astronomi, kedokteran dan filsafat. Dia kemudian bergabung di sekolah Musa bin Syakir untuk mengajarkan ilmu yang dikuasainya. Dia selalu mendapatkan pujian atas apa yang diajarkannya. Tsabit lalu dikenal dengan sebutan khusus sebagai dokter. Akan tetapi sebagian besar karya dan penemuannnya terdapat dalam ilmu matematika dan astronomi.

Kemampuannya sebagai seorang dokter, atronom, ahli matematika dan filsuf terdengar ke telinga Khalifah Dinasti Abbasiyah bernama Al-Mu’tadh. Khalifah lalu memanggilnya ke Istana dan mengumpulkannya bersama para astronom lainnya. Akan tetapi dia mengungguli mereka semua.

Dia telah menunjukan kemampuannya dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, sehingga menambah kecintaan Al-Mu’tadh kepadanya dan memberinya jabatan yang tinggi. Bahkan dia didudukan di samping khalifah sambil bersenda gurau dengannya, tanpa keikutsertaan para menteri dan orang-orang dekatnya.

Kepiawaiannya menguasai ilmu pengetahuan tersebut tak terlepas dari kemampuannya berbahasa asing. Ia mahir menggunakan bahasa Suryani, Arab, dan Yunani.

Tak heran, bahasa yang terakhir tersebut adalah peranti utama bagi Tsabit membuka cakrawala nan luas di belantara pengetahuan warisan Yunani. Ia banyak mengalihbahasakan karya-karya penting warisan Yunani ke dalam bahasa Arab. Berikut ini sejumlah karya besar tokoh yang wafat di Baghdad pada 18 Februari 901 M itu :

Matematika

Dia berperan penting dalam memperluas konsep tradisional geometri menjadi aljabar geometri dan beberapa teori yang di usulkannya menyebabkan perkembangan geometri non-Euclidean, spherical trigonometri, kalkulus integral dan bilangan real. Dia mengkritik sejumlah elemen teorema Euclid dan perbaikan penting yang diusulkan. Ia menerapkan beberapa aspek aritmatika terminologi kebesaran geometri, dan belajar dari bagian kerucut, khususnya parabola dan elips. Sejumlah perhitungannya bertujuan untuk menentukan permukaan dan volume dari berbagai jenis tubuh dan merupakan, pada kenyataannya, proses kalkulus integral, sebagaimana yang dikembangkan kemudian.

Karya orisinal Archimedes yang diterjemahkannya berupa manuskrip berbahasa Arab, yang ditemukan di Kairo. Setelah diterjemahkan, karya tersebut kemudian diterbitkan di Eropa. Pada tahun 1929, karya tersebut diterjemahkan lagi dalam bahasa Jerman. Adapun karya Euclides yang diterjemahkannya berjudul On the Promises of Euclid, on the Propositions of Euclid dan sebuah buku tentang sejumlah dalil dan pertanyaan yang muncul jika dua buah garis lurus dipotong oleh garis ketiga. Hal tersebut merupakan salah satu bukti dari pernyataan Euclides yang terkenal di dunia ilmu pengetahuan. Selain itu, Tsabit juga pernah menerjemahkan sebuah buku geometri yang berjudul Introduction to the Book of Euclid.

Buku Elements karya Euclides merupakan sebuah titik awal dalam kajian ilmu geometri. Seperti yang dilakukan para ilmuwan muslim lain, Tsabit bin Qurrah pun tidak mau ketinggalan mengembangkan dalil baru tersebut. Ia mulai mempelajari dan mendalami masalah bilangan irasional. Dengan metode geometri, ia ternyata mampu memecahkan soal khusus persamaan pangkat tiga. Sejumlah persamaan geometri yang dikembangkan Tsabit bin Qurrah mendapat perhatian dari sejumlah ilmuwan muslim, terutama para ahli matematika. Salah satu ilmuwan tersebut adalah Abu Ja’far al-Khazin, seorang ahli yang sanggup menyelesaikan beberapa soal perhitungan dengan menggunakan bagian dari kerucut. Para ahli matematika menganggap penyelesaian yang dibuaat Tsabit bin Qurrah sangat kreatif. Tentu saja, hal tersebut disebabkan Tsabit bin Qurrah sangat menguasai semua buku karya ilmuwan asing yang pernah diterjemahkannya.

Tsabit bin Qurrah juga pernah menulis sejumlah persamaan pangkat dua (kuadrat), persamaan pangkat tiga (kubik), dan beberapa pendalaman rumus untuk mengantisipasi perkembangan kalkulus integral. Selain itu, ia melakukan sejumlah kajian mengenai parabola, sebelum kemudian mengembangkannya. Dalam bukunya yang berjudul Quadrature of Parabola, ia menggunakan bentuk hitungan integral untuk mengetahui sebuah bidang dari parabola.

Astronomi

Dalam astronomi ia adalah salah satu dari para reformis awal pandangan Ptolemic. Ia menganalisis beberapa. masalah yang berkaitan dengan gerakan matahari dan bulan dan menulis risalah pada jam matahari.

 

Ia pernah bekerja di Pusat Penelitian Astronomi yang didirikan oleh Khalifah al-Ma’mun di Baghdad. Selama bekerja di sana, Tsabit meneliti gerakan sejumlah bintang yang disebut Hizzatul I’tidalain, yang ternyata mempengaruhi terjadinya gelombang bumi setiap 26 tahun sekali. Sejak 5000 tahun yang lalu, para ahli perbintangan Mesir telah menemukan sebuah bintang yang bergerak mendekati Kutub Utara, yang disebut Alfa al-Tanin. Pada tahun 2100 nanti, bintang tersebut akan menjauhi Kutub Utara. Pada tahun 14000, akan muncul kembali sebuah bintang utara yang bernama an-Nasr. Bintang tersebut adalah bintang utara yang paling terang.

 

Tsabit juga memimpin sebuah penelitian pada masa pemerintahan Khalifah al-Rasyid. Tsabit mengukur luas bumi dengan menggunakan garis bujur dan garis lintang secara teliti. Penemuan Tsabit tersebut memberikan inspirasi pada para pelaut, seperti Colombus, untuk melakukan pelayaran keliling dunia yang dimulai dari Laut Atlantik. Berkat penemuan tersebut, para pelaut bisa memastikan kalau mereka tidak akan tersesat dan kembali ke tempat semula, yaitu Laut Atlantik. Penemuan penting Tsabit yang lain adalah jam matahari. Jam ini menggunakan sinar matahari untuk mengetahui peredaran waktu dan menentukan waktu shalat. Tsabit juga membuat kalender tahunan berdasarkan sistem matahari.

 

Buku karya Thabit Ibn Qurrah tentang Astronomi:

 

  • Mukhtasar fi Ilmin Nujum (Ringkasan Ilmu Astronomi)
    • Kitab fi Thabai`il Kawakib wa Ta`tsiriha (Buku tentang karakter bintang-bintang dan pengaruhnya)
    • Kitab fi Ibhthail Harakah fil Falakil Buruj (buku tentang gerakan bintang dan galaksi)
    • Kitab fi Tarkibil Aflak (Buku tentang susunan bintang)
    • Kitab fi Harakatil Falak (Buku tentang gerakan bintang)

 

Mekanik

Karya fenomenal Tsabbit berkisar di bidang mekanik. Apalagi, setelah ia menulis kitab Fi al Qarastun (Buku Keseimbangan Balok). Ini pula yang menjadikannya tersohor sebagai pendiri Ilmu Keseimbangan. Karyanya ini diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Gherard dari Chremona, dan populer di Barat.

Sumber :

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/03/28/onh8ik313-3-karya-besar-tsabit-bin-qurrah

https://www.gomuslim.co.id/read/khazanah/2017/05/26/4198/tsabit-bin-qurrah-astronom-dan-ahi-geometri-asal-turki.html

http://alhikmah.co/mengenal-tsabbit-bin-qurrah-cendekiawan-muslim-penemu-jam-matahari/

https://baiturrahmanonline.com/kubah/tsabit-bin-qurrah-836-901-m-ilmuan-muslim-dunia-ilmuan-serba-bisa/

comments

 

Berita Terkait :