3 Cara Istiqomah Dalam Berhijrah

posted in: Belajar Islam | 0

Bagaimana kita bisa bertahan sedangkan Hijrah adalah ujian, hijrah adalah pengorbanan, Hijrah adalah pengusiran. Hijrah itu rasa sakit, kita harus pertahruhkan semuanya. Dalam berhijrah memang tidak semudah untuk membalikkan telapak tangan, Setiap orang yang memproklamirkan dirinya akan berkomitmen untuk berubah menjadi lebih baik, pasti akan diberikan ujian oleh Allah subhanahu wa taala. Berikut ini adalah tips agar kita dapat Istiqomah dalam berhijrah.

 

Cara Istiqomah

 

  1. Ikhlas dan Jujur Kepada Allah

Allah berfirman tentang orang orang yang berhijrah dalam surah AL-Baqarah ayat 218 yang artinya:

“Sesungguhnya orang orang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah maha Pengampun lagi maha penyayang.”

 

Mereka adalah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah SWT, mereka tidak mengharapkan pujian, mereka tidak perduli tentang eksistensi di masyarakat, di  socmed, dilingkungan kerja, maupun di kampus. Bukan tidak eksis, tapi bukan itu tujuan mereka. Bukan terkenal yang menjadi tujuan mereka.

 

Apabila seseorang yang ahli dalam bidang desain grafis kemudian ia dipindahkan ke bidang yang tidak ia sukai akan tetap semangat. Mereka tidak peduli, kerena yang mereka pedulikan adalah rahmat Allah SWT.

2. Menyadari Hijrah adalah Proses Bertahap

Semua orang mengharapkan bertahan untuk selalu dalam kebaikan sampai menghembuskan nafas terakhir. Bukan hanya satu, dua atau tiga tahun. Kalau kita bisa hidup sampai 30 tahun, kita ingin hijrah sampai 30 tahun kedepan. Untuk itu, jadilah pelari marathon bukan sprinter.

 

Banyak yang hijrah di awal-awal menerapkan lari sprinter. semua semua dikejar, semua di baca dan langsung dipraktekkan, mendakwahi semua orang-orang terdekat seperti Nabi Muhammad mengumpulkan orang-orang Quraisy. Padahal Rasullullah pun mengumpulkan orang-rang Quraisy ini memerlukan waktu bertahun-tahun.

 

Al-Quran pun ketika diturunkan dalam keadaan potong-potong, bertahap tidak langsung 30 Juz sekaligus. Hal ini agar Nabi Muhammad SAW menyampaikan kepada manusia sesaat demi sesaat, potongan demi potongan, pelan pelan. Jeda dulu, lanjut lagi. Sehingga dalam belajar islam, seseorang itu juga harus bertahap khususnya daam belajar dan dalam mengamalkan. Bertahap dalam belajar dan berhirah  dinyatakan oleh ulama adalah kelemah lembutan dalam berproses.

 

Ketika seseorang dalam proses hijrahnya semuanya ingin serba cepat, semuanya grasak grusuk hal tersebut hanya akan merusak proses hijrahnya. Sabar, pelan-pelan.

 

3. Amalkan

Potongan firman Allah dalam surah An-Nisa ayat 66 yang artinya:

“….Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).

 

Balik lagi, kenapa harus bertahap dalam ilmu? Karena ilmu itu buka teoritis, tapi ketika kita dapat ilmu harus kita terapkan/amalkan. Kalau kita tidak mengamalkan, maka ilmu tersebut tidak akan menempel pada diri kita. Dengan mengamalkan ilmu yang kita dapatkan, juga akan menjadi penguat kita untuk selalu istiqomah dala berhijrah.

 

Pelan pelan,

Bertahap.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *