Sudahkah Kita Mencintai Al-Qur’an?

posted in: Uncategorized | 0

Iqra’ menjadi kata pertama yang turun sebagai awal dari sebuah perintah, seruan, dan tugas yang Allah berikan kepada Rasulullah SAW. Perintah yang menyeru kepada umat manusia agar belajar memerhatikan dan memahami hamparan alam yang Allah ciptakan.

 

Al-Qur’an sebagai pedoman hidup untuk seluruh ummat manusia yang bahkan Allah memberikan pahala yang besar bagi pembacanya, yakni 10 kebaikan di setiap huruf yang kita baca. Q.S Asy Syura: 52 juga menjelaskan bahwa Allah jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya untuk memberikan petunjuk pada umat manusia. Q.S Yunus: 57 juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an adalah rahman serta obat. Hal ini merupakan potongan kecil dari keutamaan-keutamaan Al-Qur’an.

 

 

Lalu pertanyaanya, sudah sampai manakah kecintaan kita pada Al-Qur’an?
Standar atau penggolongan dalam mencintai Al-Qur’an memang tidak memiliki patokan mutlak, namun setidaknya kecintaan kita bisa dikelompokkan dalam 4 tahapan berikut:

 

Memerlukan Dorongan

Tahap ini adalah bagan pertama untuk mencintai Al-Qur’an. Teruntuk kita yang jarang membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan untuk sedikit memaksakan. Pada tahapan ini kita bisa memulai dengan satu kaca setiap harinya. Fokus utama pada tahapan ini adalah ke-Istiqomahan. Hal lain yang sangat dianjurkan adalah mengikuti atau membuat sendiri program ODOL (One Day One Lembar) yang dilanjutkan dengan ODOJ (One Day One Juz), hal ini sangat bermanfaat untuk membangun dan menjaga motivasi untuk terus istiqomah membaca Al-Qur’an.

 

Menjadi Kebiasaan

Setelah melewati tahapan pertama, secara perlahan akan terbentuk kebiasaan untuk selalu membaca Al-Qur’an. Pada tahapan ini mulai terasa perbedaan antara saat terus membaca Al-Qur’an dan tidak. Tanda yang mudah terlihat adalah akan selalu mengusahan membaca Al-Qur’an walaupun ala kondisi sibuk.

 

Timbul Rasa Butuh

Membaca Al-Qur’an secara istiqomah akan melahirkan perasaan butuh, seakan tanpa membaca Al-Qur’an seperti ada yang hilang dari hidup kita. Rasa merugi yang muncul saat sehari saja melewatkan waktu untuk membaca Al-Qur’an.

 

Nyaman dan nikmat

Tahap ini merupakan tahapan Diana timbul rasa nikmat tak kala bersentuhan dan bertatap muka dengan Al-Qur’an. Rasa nyaman dan candu yang muncul saat membaca ataupun mendengarkan Al-Qur’an.
Semoga Allah selalu memberikan kemudahan dan ke-Istiqomahan dalam membaca, mendengarkan, dan mencintai kalam-kalamnya sampai Al-Qur’an hadir dan hidup dalam hati kita.

Bagikan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *